Jumat, 09 Oktober 2009

KEHAMILAN


a. Definisi Kehamilan

1) Kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin (Saifudin, 2001).

2) Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauteri mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan kehamilan (Manuaba, 1999).

b. Lamanya Kehamilan

Lamanya hamil normal adalah 40 minggu atau 9 bulan 10 hari. Kehamilan dibagi dalam tiga trimester yaitu trimester pertama dimulai sejak konsepsi sampai tiga bulan, trimester kedua dari bulan keempat sampai enam bulan dan trimester ketiga dari bulan ketujuh sampai sembilan bulan (Saifuddin, 2001).

Selain itu menurut Winkjosastro (1999) bahwa dari segi endokrinologi, maka kehamilan dibagi atas 3 masa yaitu :

1) Kehamilan muda

Pada masa ini ditandai akan meningkatnya pembentukan HCG dari sel – sel tropoblas dan perubahan korpus luteum menjadi korpus luteum graviditasis. Korpus luteum memproduksi estrogen dan progesterone.

2) Kehamilan pertengahan triwulan pertama

Pada masa ini produksi HCG yang semula meningkat mulai menurun, estrogen dihasilkan oleh plasenta.

3) Kehamilan triwulan ke II dan ke III

Plasenta menghasilkan steroid seks dalam jumlah yang sangat besar. Terjadi peningkatan sekresi PRL dari hipofisis anterior. Selama kunjungan antenatal ibu mungkin mengeluhkan bahwa ia mengalami ketidaknyamanan. Kebanyakan dari keluhan ini adalah ketidaknyamanan yang normal dan merupakan bagian dari perubahan yang terjadi pada tubuh ibu selama kehamilan (Pusdiknakes, 2003).


c. Keluhan Pada Kehamilan Trimester Pertama.

Pada kehamilan trisemester pertama ditemukan beberapa keluhan yaitu antara lain :

1) Rasa mual dan muntah – muntah (Morning Sickness)

Rasa mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan dapat diakibatkan karena peningkatan hormon HCG dan esterogen/progesterone, relaksasi otot-otot halus, metabolisme, perubahan dalam metabolisme karbohidra, keletihan, mekanikal, kongesti, peradangaan, penggembungan dan pergeseran (Ratna, 2008).

Menurut sumber lain, bahwa hal ini terjadi antara minggu 5–12 bisa terjadi lebih awal 2–3 minggu setelah hari pertama haid terakhir (HPHT) (Pusdiknakes, 2003).

Pada umumnya akan hilang pada sekitar minggu ke–14 kehamilan atau lebih ketika plasenta mulai memproduksi hormon yang selama ini merupakan tanggung jawab atas indung telur (Nolan, 2003).

Terjadinya mual dan muntah pada kehamilan trimester pertama dikatakan bahaya jika penigkatan berat badan yang tidak memadai atau kehilangan berat badan, terdapat tanda-tanda kurang gizi, mual muntah yang berlebihan (hiperemesis gravidarum), terjadi perubahan status gizi, dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, kehilangan berat badan yang signifikan, ketosis, dan asetonuria (Ratna, 2008).

Adapun dari sumber lain, bahwa penyebab yang pasti tidak diketahui namun mungkin disebabkan oleh peningkatan kadar HCG estrogen atau progesterone, relaksasi otot–otot halus, perubahan dalam metabolisme karbohidrat, keletihan, kongesti (inflamasi) peradangan, sekresi korpus luteum dan karena faktor-faktor ”keracunan” histamine (Pusdiknakes, 2003).

Adapun cara meringankan atau mencegah gejala atau keluhan ini yaitu dengan menghindari bau atau faktor–faktor penyebabnya. Makan biskuit kering atau roti bakar sebelum bangun dari tempat tidur pagi hari akan sedikit–sedikit tapi sering, duduk tegak setiap kali selesai makan, hindari makanan yang berminyak dan berbumbu merangsang, makan makanan kering dan minum diantaranya waktu makan, hindari minum minuman berkarbonat, bangun dari tidur secara perlahan dan hindari melakukan gerakan secara tiba–tiba, hindari menggosok segera setelah makan, minum teh herbal dan istirahat sesuai kebutuhan (Pusdiknakes, 2003).

Untuk mengatasi hal ini, bisa juga jika bangun tidur pagi hari disarankan tidak segera bangun dari tempat tidur, karena untuk meminimalkan goncangan perut, akibat perubahan posisi yang bisa merangsang terjadinya muntah. Makan dengan frekuensi sering dan porsi yang tidak terlalu banyak (Rahayu, 2000).

Dari sumber lain juga didapatkan beberapa pengobatan secara farmakologis atau pengobatan untuk menghindari keluhan ini yaitu gunakan obat– obatan hanya bila tindakan secara non farmakologis gagal dan juga hanya untuk jangka pendek. Jika berat terapi dengan vitamin B6 dan antihistamine misalnya dimenhydrinate, doxylamine succinate (Pusdiknakes, 2003).



2) Sakit kepala

Sakit kepala yang sering terjadi pada masa kehamilan trimester pertama diakibatkan karena adanya kontraksi, ketegangan otot, dankeletihan, pengaruh hormon, tegangan mata sekunder terhadap perubahan okuler, kongesti hidung, dinamika cairan saraf yang berubah, dan alkalosis pernapasan ringan (Ratna, 2008).

Dasar anatomis dan fisiologis sakit kepala yaitu karena kontraksi otot, keregangan spaisme otot, keletihan, pengaruh hormone dan dikalosis ringan pada pernafasan (Pusdiknakes, 2003).

Adapun cara untuk meringankan keluhan ini dengan cara Biofeedback, teknik relaksasi, memasase leher dan otot bahu, penggunaan bungkusan hangat atau es ke leher, istirahat yang cukup dan mandi air hangat (Ratna, 2008).

Pengobatan secara farmakologi atau pengobatan untuk menghindari sakit kepala yaitu penggunaan yang bijaksana dari Tylenol (paracetamol), hindari aspirin, itu profen, semua obat peradangan yang non steroidal, narcotics, sedative dan jangan gunakan engot alkaloids jika migran (Pusdiknakes, 2003).

3) Kelelahan

Hal ini terjadi selama trimester pertama, penyebabnya tidak diketahui namun mungkin berhubungan dengan penurunan laju metabolisme basal pada awal kehamilan (Pusdiknakes, 2003).

Menurut sumber lain kelelahan yang terjadi disebabkan karena kemampuan gerak usus yang mengarah ke perlambatan waktu pengosongan berkurang, tekanan uterus yang memusat terhadap usus besar (Ratna, 2008).

Adapun cara meringankan atau mencegah yaitu dengan menyakinkan bahwa hal ini normal terjadi dalam kehamilan, dorong ibu untuk sering istirahat dan hindari istirahat yang berlebihan. Keluhan ini tidak perlu memberikan obat–obatan tapi bisa diberikan suplemen vitamin dan zat besi yang dapat membantu untuk kesehatan ibu secara umum (Pusdiknakes, 2003).


4) Ngidam Makanan

Biasanya ini terjadi pada trimester pertama tapi bisa berlangsung sepanjang masa kehamilan. Keluhan ini mungkin berkaitan dengan persepsi individu wanita tersebut mengenai apa yang bisa mengurangi rasa mual muntah dan bisa juga berkaitan dengan indra pengecap menjadi tumpul jadi makanan yang lebih merangsang di ciri–ciri (Pusdiknakes, 2003).

Hal ini tidak seharusnya menimbulkan kekhawatiran asalkan cukup bergizi dan makanan yang diidamkan bukan makanan yang tidak sehat dan ibu harus diberi penjelasan tentang bahaya memakan makanan yang tidak baik. Tidak memerlukan pengobatan secara farmakologis (Pusdiknakes, 2003).

5) Keputihan

Hal ini terjadi pada semua trimester kehamilan dari dasar anatomis dan fisiologisnya yaitu hyperplasia mukosa vagina serta peningkatan estrogen (Pusdiknakes, 2003).

Selama hamil vagina mengeluarkan cairan lebih banyak daripada biasanya untuk menjaga kelembapan dirinya. Tambahan cairan ini juga dikeluarkan oleh kelenjar–kelenjar yang terdapat di leher rahim. Kira–kira 30 % dari ibu hamil merasakan adanya peningkatan untuk menjaga kebersihan badan, khususnya pada alat kelaminnya (Rahayu, 2000).

Adapun beberapa cara dalam mengeringkan atau mencegah yaitu dengan meningkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari dan memakai pakaian dalam yang terbuat dari katun karena lebih kuat daya serapnya. Untuk pengobatannya dengan menghindari pencucian vagina (douching) dan gunakan bedak tabur untuk (poliden) mengeringkan, tetapi jangan terlalu banyak (Pusdiknakes, 2003).

6) Nocturia (Sering buang air kecil)

Timbulnya frekuensi berkemih yang meningkat dari biasanya pada ibu hamil disebabkan oleh tekanan uterus atau kandung kemih, nocturia akibat sodium ekskresi yang meningkat dengan kehilangan air yang wajib dan bersamaan, air dari sodium terperakap didalam tungkai bawah selama siang hari karena statis vena, sehingga pada malam hari terdapat aliran balik vena yang meningkat menyebabkan peningkatkan dalam jumlah output (Ratna, 2008).

Di dalam meringankan atau mencegah keluhan ini, maka hendaknya ibu diberi penjelasan mengenai sebab terjadinya, mengosongkan saat terasa dorongan untuk kencing, memperbanyak minum pada siang hari, membatasi minum bahan diuretics alamiah seperti kopi, teh, cola dengan kafein dan anjuran untuk tidak mengurangi minum di malam hari. Dan menurut Pusdiknakes (2003) bahwa keluhan ini tidak memerlukan pengobatan farmakologis (Pusdiknakes, 2003).

7) Gatal – Gatal

Hal ini terjadi pada semua trimester dan kemungkinan karena hipersentisitas terhadap antigen placenta (Pusdiknakes, 2003).

Keluhan ini dapat diringankan atau dicegah dengan menggunakan kompres dingin, mandi berendam. Sedangkan untuk pengobatan secara farmakologis atau pengobatan untuk menghindari yaitu dapat dipertimbangkan penggunaan obat anti pruritik opical dan emollient, kaji adanya kelainan atau penyakit kulit lainnya, kaji fungsi hati dan adanya penyakit kuning (Pusdiknakes, 2003).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar