Sabtu, 21 November 2009

LAPORAN ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Anemia merupakan masalah Kesehatan Masyarakat terbesar didunia terutama Kelompok Wanita Usia Reproduksi (WUS). Anemia pada WUS dapat menimbulkan kelelahan, badan lelah. Penurunan Kapasitas/ Kemampuan atau produktivitas kerja. Bagi ibu hamil anemia berperan pada peningkatan prevalensi kematian dan kesakitan ibu dan bagi bayi dapat meningkatkan resiko kesakitan dan kematian bayi, serta BBLR (Adrian, 2007)
Pada kelompok dewasa anemia terjadi pada wanita usia reproduksi, terutama pada wnita hamil dan menyusui karena mereka banyak mengalami defisiensi besi (Fe). Presentase Wanita hamil dari keluarga miskin terus meningakat seiring bertambah usia kehamilan (8 % anemia di trimester I, 12% anemia di trimester II, dan 29% anemia di trimester III. (Adrian, 2007).
Untuk mencegah dan mengobati anemia, maka penentuan faktor – faktor penyebab sangat diperlukan. Jika penyebabnya adalah masalah nutrisi, penilaian status gizi dibutuhkan untuk mengindentifikasi nutrien yang berperan dalam kasus anemia. Anemia gizi dapat disebabkan oleh berbagai macam nutrien yang penting pada pembentukan Hb. (Adrian, 2007)
Penulis tertarik mengambil kasus anemia karena dalam keluarga Tn. L terdapat ibu hamil yang merupakan salah satu sasaran asuhan kebidanan komunitas disamping itu ibu hamil tersebut mengalami anemia sedang dan apabila tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan resiko kesakitan dan kematian ibu dan anak.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah selesai melaksanakan praktek kebidanan komunitas dalam keluarga kami mampu melaksanakan Asuhan Kebidanan komunitas dalam keluarga khususnya pada keluarga Tn. L pada Ny. S dengan anemia dalam kehamilan dengan menggunakan pendekatan Asuhan Kebidanan dan memandirikan keluarga Khususnya Ny. S untuk dapat mengatasi masalah kesehatan pada dirinya.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu melaksanakan pengkajian kebidanan pada ibu hamil dengan masalah anemia.
b. Mampu melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan masalah anemia
c. Mampu menentukan masalah kebidanan pada keluarga dengan masalah Anemia ibu hamil
d. Mampu mendokumentasikan semua kegiatan yang telah dilakukan dalam bentuk SOAP

BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Anemia dalam Kehamilan
1. Definisi
Definisi Anemia adalah Seseorang baik pria maupun wanita dinyatakan menderita Anemia apabila kadar hemoglobin dalam darahnya kurang dari 12 gr / 100 ml ( Sarwono, 2006 ).
2. Definisi Anemia Dalam Kehamilan
Definisi Anemia dalam Kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11 gr % pada trimester 1 dan 3 atrau kadar < 10,5 gr % pada trimester 2 ( Sarwono,2006 )
3. Macam – macam Anemia Dalam Kehamilan
a. Anemia Definisi Besi
Anemia dalam kehamilan yang paling sering di jumpai ialah Anemia akibat kekurangan besi. Kekurangan ini dapat disebabkan karena kurang masuknya unsur besi dengan makanan karena gangguan resorpsi, gangguan penggunaan dan karena terlampaui banyaknya besi keluar dari badan, misalnya perdarahan. Keperluan akan besi bertambah dalam kehamilan, terutama dalam trimester terakhir. Apabila masuknya besi tidak ditambah pada kehamilan, maka mudah terjadi Anemia defisiensi besi, lebih – lebih pada kehamilan kembar.
b. Anemia Megaloblastik.
Anemia Megaloblastik dalam kehamilan disebabkan karena defisiensi asam folik (Pteroyglutamic acid) jarang sekali karena defisiensi Vitamin B1 (Cyonocobalamin).
c. Anemia Hipoplastik
Anemia pada wanita hamil yang disebabkan karena sumsum tulang kurang mampu membuat sel-sel darah baru dinamakan hipoplastik dalam kehamilan. Biasanya Anemia Hipoplastik dalam kehamilan apabila wanita dengan selamat mencapai masa nifas akan sembuh dengan sendirinya
4. Penyebab Anemia.
a. Kurang gizi ( mal nutrisi )
b. Kurang zat besi dalam darah
c. Mal Absorpsi
d. Kehilangan darah yang banyak: persalinan yang lalu, haid dan lain – lain
e. Penyakit – penyakit kronik: TBC, paru – paru, cacing usus, malaria
(Saifuddin, 2002)
5. Tanda dan Gejala Anemia
a. Letih
b. Lemah badan
c. Cepat lelah
d. Lunglai
(Saifuddin, 2002)
6. Klasifikasi Anemia
a. Tidak Anemia : 11 gr%
b. Anemia Ringan : 9 – 10 gr %
c. Anemia Sedang : 7 – 8 gr %
d. Anemia Berat : < 7 gr %
(Manuaba, 1998)
7. Pengaruh Anemia Dalam Kehamilan
a. Abortus
b. Partus Prematurus
c. Partus lama karena Inersia Uteri
d. Perdarahan Post Partum karena Atonia Uteri
e. Syok
f. Infeksi, baik Intra partum maupun Post partum
b. Anemia yang sangat berat dengan Hb kurang dari 4 gr / 100 ml dapat menyebabkan dekompensasi kordis
(Saifuddin, 2002).
8. Penanganan Anemia
a. Pemeriksaan kadar Hb setiap 3 bulan untuk mengenal anemia sedini mungkin
b. Pemberian tablet Fe ( Sulfas Ferosus 200 mg )
c. Dianjurkan makan makanan yang mengandung banyak protein dan sayuran hijau.
d. Dalam Keadaan mendesak, kadang – kadang perlu pemberian transfuse
(Saifuddin, 2002).

B. Konsep Asuhan Kebidanan pada Keluarga
1. Keluarga
a. Definisi keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang terkumpul yng tinggal disatu atap dalam keadaan yang saling ketergantungan (Depkes RI, 1998).
Keluarga adalah dua individu atau lebih yang saling tergantung karena hidup dalam saru rumah tangga satu sama lain dalam perannya masing-masing dan mempertahankan kebudayaan. (Siswanto, 2006).
b. Tipe atau bentuk keluarga
1) Keluarga inti / nuclear family adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak.
2) Keluarga besar / expended family adalah keluarga inti yang ditambah dengan sanak saudara, misal nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi, dsb.
3) Keluarga berantai / serial family adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.
4) Keluarga duda atau janda / single family adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.
5) Keluarga komposisi / composite adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
6) Keluarga kabikas / cohabitation adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk satu keluarga.
(Effendy, 2002).
c. Struktur Keluarga
1) Patrilineal adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
2) Matrilineal adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.
3) Matrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.
4) Keluarga kawinan adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suazi/istri.
(Effendy, 2002).
d. Pemegang Kekuasaan dalam Keluarga
1) Patriakal, yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah dipihak ayah.
2) Matriakal, yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah dipihak ibu.
3) Ekualitarian, yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah dan ibu.
(Effendy, 2002).
e. Peran Keluarga
Peran keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat dan kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Peran individu dalam keluarga disadari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.
Berbagai peranan yang terdapat didalam keluarga adalah sebagai berikut :
1) Peranan ayah yaitu sebagai suami dari istri dan bapak dari anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungan.
2) Peranan ibu yaitu sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peran mengurus rumah tangga sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peran sosialnya serta sebagai anggota masyarakat di lingkungannya, disamping itu ibu juga dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam kelarga.
3) Peranan anak yaitu anak-anak melaksanakan peranan psiko-sosial, sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, social, spiritual.
(Effendi, 2002)
f. Gambaran keluarga sehat antara lain :
1) Anggota keluarga dalam keadaan sehat fisik, mental, sosial.
2) Cepat meminta bantuan tenaga kesehatan / unit pelayanan kesehatan bila timbul masalah pada salah satu anggota keluarga.
3) Tinggal di rumah dengan lingkungan sehat.
4) Selalu memperhatikan perkembangan kesehatan keluarga dan masyarakat.
(Siswanto, 2006)

2. Tujuan asuhan keluarga
Meningkatkan kesehatan ibu, bayi dan anak balita dalam keluarga sehingga terwujud keluarga sehat dan sejahtera.
3. Sasaran
Pelayanan kebidanan khususnya mencakup pelayanan kunjungan rumah, pelayanan KIA, masalah posyandu sasarannya adalah ibu, bayi dan balita.
4. Langkah dari Asuhan Kebidanan Keluarga
Pengambilan data dari asuhan kebidanan keluarga meliputi :
a. Pengkajian
Pada pengkajian yang dilakukan terdiri dari data subyektif dan data obyektif. Dari data subyektif terdiri dari informasi yang diterima dari masyarakat, pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara. Pada data subyektif meliputi biodata seluruh anggota keluarga, pola kebutuhan sehari-hari, situasi lingkungan, riwayat kesehatan, dll.
Data obyektif diperoleh dari hasil observasi, pemeriksaan dan pengelolaan masyarakat dan lingkungan.
b. Implementasi data
Berisi tentang diagnosa yang memungkinkan bisa berakibat pada analisa yang telah ditetapkan.
c. Diagnosa masalah potensial
Berisi tentang diagnosa yang memungkinkan bisa berakibat pada analisa yang telah ditetapkan.
d. Identifkasi tindakan kebutuhan segara
Kegiatan dilakukan untuk penanganan masalah segera
e. Perencanaan
Perencanaan untuk memecahkan masalah
f. Evaluasi
Untuk mengetahui ketepatan untuk kesempurnaan antara hasil yang dicapai dengan tujuan yang ditetapkan.
(Castro, 2004)
5. Pelayanan Asuhan Kebidanan Keluarga
a. Menggunakan metode pendekatan menangani kebidanan yang meliputi identifikasi data dan analisa masalah, perencanaan dan tindakan evaluasi.
b. Pelayanan kebidanan keluarga melalui upaya promotif dan preventif
(Castro, 2004)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar