Kamis, 11 Februari 2010

KTI KEBIDANAN : STUDY DESKRIPTIF TINGKAT KECEMASAN IBU DALAM MASA KLIMAKTERIUM

KTI BARU engkap bab 1,2,3,4,5.... CAPA BERMINAT HUB.YUYUN Hp. 081228101101 DIJAMIN MURAH

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Sampai akhir abad ini di Indonesia akan dijumpai sekitar 8-10 % lansia dan wanita lebih banyak dibandingkan kaum pria. Kesehatan mereka harus mendapat perhatian, oleh karena mereka telah berjasa sepanjang kehidupannya, sehingga tercapai kebahagiaan serta kesejahteraan. Seorang wanita pada usia tertentu akan mengalami klimakterium, dimana terjadi perubahan alamiah dalam tubuh wanita, ada yang tanpa gangguan dan ada juga yang mengalami percobaan berat, gangguan fisik dan tekanan psikis yang menekan, disamping itu ada hal-hal lain misalnya merasa dirinya tak berguna, tidak berdaya, merasa tidak menarik dan merasa rendah diri (Pakasi, 1996). Dewasa ini menopause telah menarik perhatian para ilmuwan untuk diteliti. Dengan kemajuan teknologi dan makin meningkatnya taraf kehidupan maka usia harapan hidup wanita di Indonesia juga meningkat. Keadaan ini menimbulkan masalah medis. Klimakterium adalah masa bermula dari akhir masa reproduksi sampai awal masa senium yaitu antara 40-65 tahun (Pakasi, 1996).

Menurut Manuaba (1999) sekitar 40-85 % dari semua wanita dengan usia klimakterium mempunyai keluhan. Pada 25 % terjadi pada wanita Eropa, pada wanita Indonesia kurang ditemukan keluhan cukup berat yang menyebabkan wanita yang bersangkutan minta pertolongan dokter (Wiknjosastro, 1999). Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan di Desa Baron, dari 10 wanita masa klimakterium didapatkan 80% yang mengalami keluhan nyeri punggung, sakit kepala, dan sulit tidur.
Pada wanita klimakterium akan mengalami penuaan indung telur, sehingga tidak sanggup memenuhi hormon estrogen. Sistem hormonal seluruh tubuh mengalami kemunduran yang menyebabkan berbagai perubahan pada fisik dan psikis (Manuaba, 1999). Keluhan yang pertama kali dirasakan adalah keluhan vasomotor (yang berhubungan dengan pembuluh darah) seperti hot fishes (semburan panas tiba-tiba di wajah, leher dan dada), night sweats (keringat berlebihan di malam hari) dan atrofi urogenital (penipisan mukosa vagina) yang menimbulkan akibat lanjut berupa kekeringan liang vagina sehingga saat berhubungan suami istri terasa sakit dan terjadi penurunan libido. Keluhan lain yang dianggap sebagai gejala psikis dan sosial budaya, misalnya depresi sakit kepala (Anonim, 2006). Akhirnya segenap bagian tubuh secara lambat laun menampakkan gejala-gejala ketuaan (Kartono, 1992).Banyak dari anggota masyarakat yang menanggapi klimakterium sebagai masalah yang rumit karena kurang pengetahuan tentang masalah yang mereka hadapi, karena banyak mitos yang menyesatkan tentang apa menopause, sehingga dapat menimbulkan konflik yang datang dari diri mereka sendiri yang justru dapat menimbulkan masalah baru yang seharusnya tidak muncul seperti konflik di dalam keluarga. Tetapi biasanya kecemasan yang mereka hadapi adalah karena takut kehilangan peran sebagai wanita, takut kesepian dan tidak ada teman yang mau diajak bicara atau diminta nasehat (Mansjoer, 1999).
Setiap individu menpunyai perbedaan reaksi dalam menghadapi keadaan sakit atau gangguan yang menyerang dirinya. Menurut Manuaba (1999) ketaatan beragama yang berintikan penyerahan diri secara utuh pada Tuhan Yang Maha Esa, menempatkan wanita kurang memperhatikan diri, sehingga tidak banyak mengeluh dimasa yang akan datang. Makin banyaknya wanita yang meniti karir di luar rumah, makin bertambahnya pola hidup makin besar peluang untuk memperhatikan diri, sehingga keluhan kekurangan hormon makin terasa akan muncul dalam bentuk keluhan klinis. Mereka akan memandang masa klimakterium sebagai sesuatu yang biasa dan menerima perubahan dalam tubuhnya sebagai hal yang normal. Sedangkan untuk mengurangi kecemasan dalam klimakterium itu kita dapat memberikan penjelasan tentang klimakterium dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mereka agar mereka tidak merasa kesepian dalam menghadapi masa klimakterium. Diharapkan juga bahwa pemerintah dan masyarakat memberikan perhatian yang lebih banyak kepada kebutuhan pelayanan wanita usia klimakterium baik secara medis maupun sosial (Wiknjosastro, 2005). Menurut Kartono (1992) untuk saat ini tidak ada jalan lain terkecuali wanita setengah umur harus menerima status quo (keadaan dirinya sendiri pada saat itu) yang mulai menjadi tua dan akan sangat bijaksana apabila wanita tersebut mampu melihat segi-segi penting kehidupannya, yang mengapresiasikan nilai-nilai positif perjalanan hidupnya.
Berdasarkan fenomena tersebut diatas maka peneliti ingin mengetahui bagaimana tingkat kecemasan Ibu dalam masa klimakterium.
1.2 Identifikasi faktor penyebab masalah
Pada uraian yang terdapat di dalam latar belakang, perubahan-perubahan psikis dan fisik yang terjadi pada saat itu akan menimbulkan sikap yang berbeda-beda antara lain yaitu adanya suatu krisis yang dimanifestasikan dalam simtom-simtom psikologis dan diliputi banyak kecemasan. Pengertian dari kecemasan adalah adalah bentuk perasaan khawatir, gelisah dan perasaan-perasaan lain yang kurang menyenangkan. faktor yang mempengaruhi kecemasan menghadapi masa klimakterium mencakup: suasanan hati, pikiran, motivasi, perilaku (Zainuddin, 2000). Umur, pendidikan, pekerjaan, dan status marital merupakan karakteristik yang dapat mempengaruhi faktor kecemasan ibu dalam masa klimakterium . Dalam penelitian ini peneliti membatasi pada tingkat kecemasan ibu dalam masa klimakterium.
1.3 Batasan Masalah
Pada penelitian ini, peneliti hanya membatasi masalah pada tingkat kecemasan ibu dalam masa klimakterium.
1.4 Rumusan masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimanakah gambaran tingkat kecemasan ibu dalam masa klimakterium”?
1.5 Tujuan penelitian
1.5.1 Tujuan umum
Mengetahui gambaran tingkat kecemasan ibu dalam masa klimakterium
1.5.2 Tujuan khusus
1. Mengidentifikasi tingkat kecemasan ibu dalam masa klimakterium berdasarkan umur
2. Mengidentifikasi tingkat kecemasan ibu dalam masa klimakterium berdasarkan pendidikan
3. Mengidentifikasi tingkat kecemasan ibu dalam masa klimakterium berdasarkan pekerjaan
4. Mengidentifikasi tingkat kecemasan ibu dalam masa klimakterium berdasarkan status marital


1.6 Manfaat Penelitian
1.6.1 Manfaat teoritis
Dari hasil penelitian diharapkan dapat diketahui gambaran tingkat kecemasan pada ibu masa klimakterium untuk membuktikan teori dan penelitian yang telah ada dan dapat dijadikan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya.
1.6.2 Manfaat praktis
1. Masyarakat
Penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi di masyarakat tentang klimakterium.
2. Profesi
Bagi bidan penelitian ini dapat digunakan untuk memberikan penyuluhan kepada wanita klimakterium.
3. Program
Penelitian ini dapat digunakan untuk melaksanakan program promosi dan penyuluhan di Posyandu Lansia dan di masyarakat.
4. Iptek
Dapat digunakan sebagai penerapan teori pada asuhan kebidanan ibu masa klimakterium.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Terdahulu
Masalah yang terjadi pada wanita klimakterium merupakan masalah yang menarik untuk diteliti. Seperti penelitian terdahulu yang dilakukan oleh xxx Mahasiswa Prodi Kebidanan xxx pada tahun 2008 judul penelitian “Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu-ibu Menopause Awal di Puskesmas Bringin Kabupaten Ngawi”. Jenis penelitian survei deskriptif, rancangan penelitian cross sectional dengan populasi 50 orang. Digunakan metode kuesioner untuk mengukur tingkat kecemasan. Hasil penelitian adalah kecemasan ringan 23,68%, kecemasan sedang 76,32% untuk golongan umur 45-50 tahun, pada golongan umur 51-55 tahun yang mengalami kecemasan sedang 91,67% dan kecemasan berat 8,33%. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Misiyah Mahasiswi Prodi Kebidanan xxx pada tahun 2009 judul penelitian “Tingkat Kecemasan Wanita Dewasa Madya Dalam Menghadapi Sindroma Menopause”. Jenis penelitian deskriptif, rancangan peneliti cross sectional dengan populasi 170 orang. Menggunakan metode kuesioner untuk mengukur tingkat kecemasan. Hasil penelitian adalah 90% wanita mengalami kecemasan. Dari penelitian terdahulu dapat memberikan inspirasi bagi peneliti untuk meneliti gambaran tingkat kecemasan ibu masa klimakterium.
2.2 Konsep Kecemasan
2.1.1 Pengertian Kecemasan
Menurut Bryne (1966) dalam makalah yang ditulis oleh Setiyo (2008) Kecemasan adalah suatu perasaan yang dialami individu, seperti apabila ia mengalami ketakutan. Menurut Hurlock (1990), kecemasan adalah bentuk perasaan khawatir, gelisah dan perasaan. Perasaan lain yang kurang menyenangkan. Biasanya perasaan-perasaan ini disertai oleh kurang percaya diri, tidak mampu, merasa rendah diri, dan tidak mampu menghadapi suatu masalah. Kecemasan adalah gangguan alam perasaan (affective) yang ditandai dengan perasaan ketakutan dan kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas (reality testing ability RTA, masih baik), kepribadian masih tetap utuh (tidak mengalami keretakan kepribadian / splitting of personality), perilaku dapat terganggu tetapi masih dalam batas-batas normal (Hawari, 2006:18).



2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus