Kamis, 29 Oktober 2009

ANEMIA DALAM KEHAMILAN

A. PENGERTIAN
Wanita hamil atau dalam masa nifas dinyatakan menderita anemia apabila kadar hemoglobinnya dibawah 10 gr/dl. ( Arief Masjoer, dkk, 2001 ).
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobinny dibawah 11 gr % pada trimester I dan III atau kadar hemoglobin 11 gr % pada trimester II. ( Saifudin, 2002 )

B. ETIOLOGI
Penyakit yang menyebabakan Anemia dalam kehamilan yang didapat : Anemia defisiensi besi, anemia akibat radang atau keganasan, anemia megaloblastik, anemia hemoliatik, anemia aplastik atau anemia hipoplastik, Yang diturunkan / hereditas :Talasemia, Hemoglobinpati, Anemia hemolitik ( Arief Mansjoer, dkk, 2001 )

C. KLASIFIKASI ANEMIA
Dari hasl pemerikasaan Hb dengan Sahli dapat digolongkan sebagai berikut :
- Hb 11 gr % : Tidak Anemia
- Hb 8 – 10 gr % : Anemia ringan
- Hb 7 – 8 gr % : Anemia sedang
- Hb < 7 gr % : Anemia berat

D. FREKUENSI ANEMIA DALAM KEHAMILAN
Diseluruh dunia frekuensi anemia dalam kehamialan cukup tinggi berkisar antara 10% sampai 20% karena defisiensi makanan memegang peranan penting dalam timbulnya anemia di negtara-negara yang sedang berkembang, dibandingkan dengan negara-negara yang sudah maju menurut penyelidikan Hoo Swi Tjiong frekuensi anemia dalam anemia kehamilan setingginya 18,5 psedonemia 57,9 gr% dan wanita hamil dengan Hb 12% atau lebih banyak 23,6 gr% : Hb rata-rata 12,43 gr% dalam trimester II dan 10,8gr% dalam trimester II. Hal itu disebabakan karena pengenceran darah menjadi makin nyata dengan lanjutnya umur kehamilan. Sehingga frekuensi anemia dalam kehamilan meningkat pula (Muchtar, 1998).


E. PENYEBAB ANEMI DALAM KEHAMILAN
Penyebab anemia dalam kehamilan pada umumnya antara lain :
a. Kurang gizi ( malnutrisi )
b. Kurang zat besidalam diet
c. Malabsorbsi
d. Kehilangan darah yang banyak : persalinan yang lalu, haid dan lain-Lain.
e. Penyakit – penyakit kronik : TBC, paru, cacing usu, malaria, dan lain- lain.

F. TANDA GEJALA ANEMIA DALAM KEHAMILAN
Tanda gejala anemia dalam kehamilan antara lain :
a. Kurang darah
b. Letih
c. Lemah badan
d. Cepat lelah
e. Lunglai

G. PENGARUH ANEMIA ANEMIA DALAM KEHAMILAN
Anemia dalam kehamilan kurang baik bagi ibu, baik dalm kehamilan memberi pengaruhnmaupun pada masa nifas dan masa selanjutnya. Berbagai penyakit timbul akibat anemia Seperti :
a. Abortus
b. Partus Prematurus
c. Partus Lama karena inersia uteri
d. Perdarahan post partum karena atonia uteri
e. Syok
f. Infeksi, baik intra partum maupun post partum
g. Anemia yang sangat berat dengan Hb kurang dari 4 gr% dapat menyebabkan dekompensasi kordis seperti yang telah dilaporkan oleh lie injo luan eng,dkk. (Muchtar, 1998).

H. PEMBAGIAN ANEMIA DALM KEHAMILAN
a) Anemia defisiensi besi
Anemia dalam kehamilan yang paling sering dijumpai ialah anemia akibat kekurangan besi. Kekurangan ini dapat disebabkan karena kurang masuknya besi denagn makanan karena gangguan resepsi, pencernaan atau karena terlampau banyaknya besi keluar dari badan misalnya perdarahan. Keperluan akan besi bertambah dalam kehamilan maka mudah terjadi anemi defisiensi besi, lebih-lebih pada kehamilan kembar.
b) Anemia Megaloblastik
Megaloblastik dalam kehamilan disebabakan karena defisiensi asam folik
c) Anemia Hipoplastik
Anemia pada wanita hamil yang disebabkan karena sumsunm tulang kurang mampu membuat sel-sel darah baru, dinamakan anemi hipoplastik dalam kehamilan.

d) Anemia Hemolitik
Anemia hemolitik disebabakan karena menghancurkan sel darah merah berlangsung lebih cepat dari pembuatanyyaa. (Sarwono,2006).

I. PENANGANAN
1. Pemeriksaan kadar Hb setiap tiga bulan untuk mengenal anemia sedini mumgkin.
2. Pemberian teblet Fe 200 mg
3. Dianjurkan makan makanan yang mengandung banyak protein dan sayuran hijau.
4. Dalam keadaan mendesak kadang-kadang perlu pemberian transfusi darah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar