Selasa, 24 November 2009

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN KASUS CHEPAL HEMATOMA TERHADAP BAYI

Cephal hematoma
A. Pengertian
Cephal hematoma adalah perdarahan sub periosteal akibat kerusakan jaringan poriestum karena tarikan atau tekanan jalan lahir. Dan tidak pernah melampaui batas sutura garis tengah. Tulang tengkorak yang sering terkena adalah tulang temporal atau parietal ditemukan pada 0,5-2 % dari kelahiran hidup. (Menurut P.Sarwono.2002. Pelayanan Kesehatan Matemal dan Neonatal ; Bagus Ida Gede Manuaba. 1998; Prawiraharjo, Sarwono. 2002. Ilmu Kebidanan)

B. Etiologi
Hematoma dapat terjadi karena :
1. Persalinan lama
Persalinan yang lama dan sukar, dapat menyebabkan adanya tekanan tulang pelvis ibu terhadap tulang kepala bayi, yang menyebabkan robeknya pembuluh darah.
2. Tarikan vakum atau cunam
Persalinan yang dibantu dengan vacum atau cunam yang kuat dapat menyebabakan penumpukan darah akibat robeknya pembuluh darah yang melintasi tulang kepala ke jaringan periosteum.
3. Kelahiran sungsang yang mengalami kesukaran melahirkan kepala bayi.
( Menurut : Prawiraharjo, Sarwono. 2002. Ilmu Kebidanan )

C. Patofisiologi
1. Cephal hematoma terjadi akibat robeknya pembuluh darah yang melintasi tulang kepala ke jaringan poriosteum. Robeknya pembuluh darah ini dapat terjadi pada persalinan lama. Akibat pembuluh darah ini timbul timbunan darah di daerah sub periosteal yang dari luar terlihat benjolan.
2. Bagian kepala yang hematoma bisanya berwarna merah akibat adanya penumpukan daerah yang perdarahan sub periosteum.
( Menurut : FK. UNPAD. 1985. Obstetri Fisiologi Bandung )
Tanda-tanda dan gejala :
Berikut ini adalah tanda-tanda dan gejala Cephal hematoma:
1. Adanya fluktuasi
2. Adanya benjolan, biasanya baru tampak jelas setelah 2 jam setelah bayi lahir .
3. Adanya chepal hematoma timbul di daerah tulang parietal
Berupa benjolan timbunan kalsium dan sisa jaringan fibrosa yang masih teraba. Sebagian benjolan keras sampai umur 1-2 tahun.
( Menurut : Prawiraharjo, Sarwono.2002.Ilmu Kebidanan )

D. Penatalaksanaan
Cephal hematoma umumnya tidak memerlukan perawatan khusus. Biasanya akan mengalami resolusi khusus sendiri dalam 2-8 minggu tergantung dari besar kecilnya benjolan. Namun apabila dicurigai adanya fraktur, kelainan ini akan agak lama menghilang (1-3 bulan) dibutuhkan penatalaksanaan khusus antara lain :
1. Menjaga kebersihan luka
2. Tidak boleh melakukan massase luka/benjolan Cephal hematoma
3. Pemberian vitamin K
4. Bayi dengan Cephal hematoma tidak boleh langsung disusui oleh ibunya karena Pergerakan dapat mengganggu pembuluh darah yang mulai pulih.
(Menurut : Manuaba. Ida Bagus Gede, 1998. Ilmu Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan)

Pasien masuk pada tanggal 15 Agustus 2007 Pukul 10.15 WIB
I. Pengumpulan data dasar
Tanggal 16 Agustus 2007 Pukul 17.00 WIB
1. Biodata
Nama Bayi : Bayi Ny. Rahmadiyanti
Tanggal Lahir : 13 Agustus 2007
Pukul : 11.00 WIB
Usia : 2 Hari
Jenis Kelamin : Laki-laki
Anak Ke : 3 (tiga)
Alamat : Jl. Pala IV no.13 15A kauman bawah metro timur

Nama ibu : Ny. Rahmadiyanti
Umur : 37 th
Agama : Islam
Suku : Lampung
Pendidikan : Diploma 3
Pekerjaan : IRT
Alamat : Jl. Pala IV No.13 Metro Timur

Nama Ayah : Tn. Ahmad Syafei
Umur : 42 th
Agama : Islam
Suku : Lampung
Pendidikan : Sarjana
Pekerjaan : PNS
Alamat : Jl. Pala IV No.13 Metro Timur

2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan bayi baru lahir usia 2 hari dengan keluhan terdapat pembengkakan dan luka pada kepala yang disebabkan karena persalinan dengan vakum ekstraksi.

3. Riwayat Kesehatan
Riwayat kesehatan persalinan dan nifas yang lalu, ibu sudah 2 x melahirkan
No Umur Jk Persalinan BB/TB
Gram/cm Penolong Penyakit Keadaan
1
2 13 th
5 th L
P Normal
Normal 3000/48
3200/50 Bidan
bidan Tidak ada
Tidak ada Baik
Baik

4. Riwayat Persalinan
Kala I : berlangsung 21 jam, kemajuan persalinan lama, ibu tampak lemah, ketuban pecah saat pembukaan servik 10 cm disertai perdarahan 200 cc
Kala II : berlangsung 65 menit, ibu mengejan lemah, bayi lahir dengan persalinan buatan yaitu ekstraksi vakum, bayi lahir pukul 11.00 WIB tidak ada lilitan tali pusat dan terdapat cephal hematoma dan luka akibat vakum.
Kala III : Berlangsung 10 menit, kontraksi uterus baik, TFU 2 jari di bawah pusat.
a. Keadaan air ketuban jernih
b. Jenis persalinan : persalinan buatan dengan ekstraksi vakum
c. persalinan ditolong oleh dokter

5. Pola Kebutuhan Dasar
a. Nutrisi
ASI diberikan minimal 3-4 jam, tiap kali bayi menangis sebanyak 30 cc.
b. Eliminasi
BAK : 6-7 x sehari
BAB : 2 x sehari
c. Kebersihan diri
Ibu mandi 2 x sehari, 24 jam setelah lahir
6. Psikologi orang tua
Orang tua/keluarga mengatakan dirinya cemas akan kondisi anaknya yang terdapat pembengkakan di kepala.
7. Keadaan bayi setelah lahir
a. Pemeriksaan
1) Keadaan umum : baik, kesadaran : composmentis.
2) Tanda-tanda vital :
Suhu : 38,5 ¬¬0 C
Nadi : 100 x / mnt
RR : 40 x / menit
3) Reflek
a) Reflek menghisap ( secking ) : Lemah
b) Reflek kaki ( staping ) : Ada
c) Reflek menggenggam : Ada
d) Reflek moro ( terkejut ) : Ada
4) Nilai APGAR
APGAR Score Menit 1 Menit V
Appearance ( warna kulit ) 2 2
Pulse (nadi ) 2 2
Grimace ( reflek ) 1 1
Activity ( tonus ) 1 2
Respiratory ( pernafasan ) 2 2
Nilai 8 9

5) Antopometri
a) Berat badan : 3500 gram
b) Panjang badan : 52 cm
c) Lingkar kepala : 37 cm
d) Lingkar dada : 30 cm
e) Lingkar lengan : 8 cm

b. Pemeriksaan Fisik
1) kepala :
a) UUB : cembung
b) UUK : datar
c) Moulage / penyusupan : ada
d) Cephal hematoma : ada
e) Bentuk kepala : lonjong
f) Keadaan tubuh : bersih
g) Odema : ada, warna merah
h) Luka : ada pada kepala, P : 2 cm L : 1 cm
i) Diameter : 3 cm
2) Mata
a) Bentuk mata : bulat simetris ka / ki
b) Strabismus : tidak ada
c) Pupil mata : normal
d) Sklera : putih, tidak ikhterik
e) Keadaan : bersih
f) Bulu mata : ada, normal
3) Hidung
a) Bentuk : simetris, tidak ada kelainan
b) lubang hidung : normal
c) pernapasan cuping hidung : tidak ada
d) Keadaan : terdapat cairan / lendir
4) Mulut
a. Bentuk : simetris, tidak ada kelainan
b. Palatum : tidak ada kelainan
c. Gusi : baik
d. Reflek hisap : lemah
e. Bibir : tidak ada kelainan, simetris atas bawah
5) Telilnga
a) Posisi : simetris
b) Keadaan : bersih
6) Leher
a) Pembesaran vena / kelenjar : tidak ada
b) Pergerakan leher : dapat bergerak bebas
7) Dada
a) Posisi : pergerakan dada simetris
b) Mamae : tidak ada benjolan
c) Suara nafas : masih terdengar berlendir
8) Perut
a) Bentuk : bulat tidak ada kelainan
b) Punggung bokong : tidak ada kelainan
9) Ekstermitas
Atas : simetris tangan kanan dan kiri, pada punggung telapak tangan kanan terpasang infuse, jari-jari tangan lengkap ada 10 jari, pergerakan lemah, tidak ada kelainan
Bawah : jari-jari kaki lengkap ada 10 jari, pergerakan lemah, tidak ada kelainan
10) Genetalia
a. Jenis kelamin : laki-laki
b. Skrotum : sudah turun, testis ada 2 buah
c. Lubang uretra : ada
d. Anus : ada

II. Interprestasi Data Dasar
1. Diagnosa
Bayi baru lahir usia 2 hari dengan chepal haematomaa
DS : Keluarga mengatakan bayinya menangis kesakitan saat diraba bagian kepalanya tepatnya pada bagian bekas luka vakum.
DO : a. Bayi lahir tanggal 13 agustus 2007
b. Bayi menangis saat diraba kepalanya
c. Pada kepala terdapat pembengkakan berwarna agak biru dan luka lunak agak basah
d. Linkar kepala : 37 cm
e. Bentuk kepala : cekung karena mengalami infeksi
2. Masalah
a. Gangguan integritas pada kulit kepala karena luka bekas vakum ektraksi
DS : Keluarga mnegatakan banyinya terdapat pembengkakan pada kepala dan luka dalam keadaan basah.
DO : a. Terdapat pembangkakan berwarna kebiruan
b. Terdapat luka yang masih basah karena vakum ekstraksi
c. Keadaan luka bersih
b. Gangguan tekanan intrakranial
DS : Keluarga mengatakan lahir dengan vakum dan terdapat pembengkakan pada kepala.
DO : Terdapat pembengkakan pada kepala bayi, dengan diameter 3 cm dan berwarna biru
c. Gangguan peningkatan suhu
DS : Keluarga mangatakan bayinya panas sejak tadi malam
DO: Bayi teraba panas, dengan suhu tubuh 38,5 0C
d. Gangguan tingkat kecemasan orang tua
DS : Orang tua selalu cemas dan selalu menanyakan kondisi bayinya
DO : Keluarga tampak resah dan sedih, raut wajah orang tua tampak cemas.
3. Kebutuhan
a. Pembatasan mobilitas
b. Perawatan luka kepala
c. Pemenuhan nutrisi
d. Penurunan suhu
e. Perawatan bayi sehari-hari
f. Perawatan tali pusat
g. Dukungan psikologis dan komunikasi teraupetik pada lukanya

III. Identifikasi Diagnosa Dan Masalah Potensial Yang Berhubungan
1. Potensial terjadi infeksi luka pada kepala
2. Potensial terjadi infeksi tali pusat
3. Potensial terjadi peningkatan bilirubin (ikhterus)

IV. Kebutuhan Yang Memerlukan Tindakan Segera Atau Kolaborasi
Kolaborasi dengan dokter spesialis dalam pemberian obat :
1. IVFD ( Intra Vena Fluid Drip ) dekstose 10% + Adona 25 mg 5 tetes / menit mikrodrip
2. Taxegram 2 x 150 mg IV/8 jam
3. Arcocillin 2 x 150 mg IV/8 jam

V. Perencanaan
1. Atasi peningkatan suhu dengan cara
a. Kompres air hangat
b. Pemberian antibiotika dan antipiretik
c. Pemberian ASI / PASI secara adekuat
d. Letakan bayi dalam incubator
2. Mengatasi pencegahan infeksi dengan cara
a. Perawatan luka dan benjolan pada kepala
b. Perawatan tali pusat dengan teknik steril
c. Pemberian antibiotika
3. Observasi keadaan umum dan tanda-tanda vital
a. Periksa suhu tubuh
b. Hitung denyut nadi, cepat atau lambat
c. Hitung dan berikan pernafasan dalam atau dangkal
d. Periksa lingkar kepala bayi
4. Jelaskan tentang kondisi bayi saat ini
5. Beritahu keluarga bila terdapat tanda-tanda bahaya pada bayi dan laporkan segera pada petugas. Dengan tanda-tanda sebagai berikut :
a. Suhu tubuh diatas 37 0C atau dibawah 350C
b. Pernapasan di atas 60 x/menit atau kurang dari 30 x/menit
c. Bayi mengalami ikterus atau warna kulit bayi berwarna kekuningan
d. Tanda-tanda bahaya lain yang timbul pada bayi.
6. Beri dukungan psikologis dengan komunikasi pada keluarga

VI. Implementasi
1. Melakukan perawatan luka dan pembengkakan pada kepala. Perawatan ini dilakukan setiap hari oleh perawat /bidan yang bertugas, dengan memperhatikan kebersihan luka.
2. Melakukan pembatasan mobilitas dengan cara jangan terlalu sering mengangkat bayi. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi pembekakan yang meluas pada kepala bayi.
3. Melakukan perawatan tali pusat secara steril dan mengajarkan pada keluarga mengenai cara perawatan tali pusat secara steril.
4. Menjelaskan pada keluarga tentang kondisi bayi saat ini. Bahwa keadaan pada benjolan pada kepala akan menghilang 2-8 minggu sehingga keluarga tidak perlu cemas.
5. Meletakkan bayi dalam incubator, guna mempertahankan suhu tubuh bayi
6. Mengatasi peningkatan suhu tubuh bayi dengan cara :
a. Kompres air hangat
b. Pemberian obat antibiotika dan antipiretika
c. Pemberian cairan sesuai dengan kebutuhan
7. Mengajarkan dan menganjurkan kepada keluarga mengenai cara pemberian ASI/PASI minimal 3-4 jam sekali dengan porsi sedikit 30 cc tapi sering.
8. Memberi tahu pada keluarga untuk melaporkan kepada petugas kesehatan jika terdapat tanda-tanda bahaya pada anak seperti :
a. Suhu tubuh di atas 370C atau di bawah 350C
b. Pernafasan di atas 60 x/menit atau kurang dari 30 x/menit
9. Mengobservasi keadaan umum dan tanda-tanda vital seperti :
a. Periksa suhu tubuh
b. Hitung denyut nadi per menit, cepat atau lambat.
c. Hitung dan periksa pernafasan per menit, dalam atau dangkal.
10. Memberi dukungan psikologis dengan komunikasi teraupetik pada keluarga
11. Mengajarkan pada keluarga tentang cara perawatan bayi sehari-hari, baik perawatan mengganti pakaian bayi jika bayi terlihat tidak nyaman, mandikan bayi dengan mandi lap jika memungkinkan.
12. Melakukan kolaborasi dengan dokter spesialis :
a. IVFD (Intra Vena Fluid Drip) dekstose 10% + adona 25 mg, 5 tetes /menit micro drip
b. Taxegram 2 x 150 mg IV/8 jam
c. Arcocillin 2 x 150 mg IV/8 jam

VII. Evaluasi
Tanggal 16 agustus 2007 pukul 18.40 WIB
Bayi lahir dengan adanya pembengkakan dan luka pada kepala
DS : Keluarga mengatakan bayinya menangis saat diraba kepalanya pada daerah bengkak /benjolan, suhu tubuh telah menurun dan nutrisi terpenuhi
DO : Bayi menangis saat diraba bagian kepalanya, pada bagian kepala terdapat oedema dengan lebar 1 cm dan panjang 2 cm.
Luka ini terjadi karena partus lama, dengan menggunakan persalinan buatan dengan ekstrasi vakum.
Terkait dengan hal tersebut keadaan bayi :
1. ASI : Bayi sudah mulai meminum ASI meskipun dalam jumlah sedikit.
2. Reflek
a. Reflek menghisap : sudah baik
b. Reflek kaki (staping) : ada
c. Reflek menggenggam : ada
d. Reflek moro : ada
3. Tali pusat : akan mengering setelah 6 hari
4. Eliminasi
a. BAK : 6-7 x/hari
b. BAB : 2 x/hari
5. Berat badan : 3600 gram
6. Suhu tubuh : 370c
7. Nadi : 100 x/menit
8. Pernafasan : 50 x/menit
9. Lingkar kepala : 36 cm


Catatan Perkembangan
Tanggal 17 Agustus 2007, hari ke-5 sejak kelahiran bayi
S : 1. Keluarga mengatakan bayi sudah tidak panas lagi
2. Keluarga mengatakan tali pusat sudah mulai kering
3. Keluarga mengatakan luka dan pembengkakan pada bagian kepala sudah mulai kering dan membaik
O : 1. Suhu tubuh : 370C
2. Nadi : 100 x/menit
3. RR : 45 x/menit
4. Lingkar kepala : 36 cm
5. Berat badan : 3600 gram
6. Tali pusat : sudah mulai kering
7. Eliminasi
a. BAB : 2 x/hari
b. BAK : 6-7 x/hari
8. Reflek
a. Reflek menghisap : sudah baik
b. Reflek kaki (staping) : ada
c. Reflek menggenggam : ada
d. Reflek moro : ada
9. Luka pada kepala : sudah mengering

A : Masalah teratasi
P : Menjaga dan mempertahankan suhu tubuh dan keadaan umum bayi
Dengan cara :
1. Meletakkan bayi dalam inkubator
2. Membungkus bayi dengan kain kering dan hangat
3. Mandikan bayi dengan minyak steril atau baby oil

Tanggal 20 Agustus 2007, hari ke-8 sejak kelahiran bayi
S : Kecemasan keluarga berkurang, karena bayi sudah mulai meminum ASI/PASI secara teratur
O : 1. Raut wajah keluarga tidak terlihat cemas lagi, seperti sebelumnya.
2. Bayi minum ASI/PASI minimal 3-4 jam sebanyak 30 cc
3. Suhu tubuh : 36,5 0 C
4. Nadi : 100 x/menit
5. Pernafasan : 45 x/menit
6. Lingkar kepala : 35,6 cm
7. BB : 3600 gram
8. Tali pusat sudah kering
9. Eliminasi :
a. BAB : 2 x/hari
b. BAK : 6-7 x/hari
10. Reflek
a. Reflek menghisap : sudah baik
b. Reflek kaki (staping) : ada
c. Reflek menggenggam : ada
d. Reflek moro : ada
11. Luka pada kepala sudah mengering
A : Masalah teratasi
P : 1. Beri dukungan psikologi dan komunikasi teraupetik dengan cara:
a. Memuji perkembangan kesehatan bayi
b. Memberikan ucapan selamat atas kesembuhan bayi
2. Memantau keadaan bayi


Tanggal 23 Agustus 2007, hari ke 11 dari kelahiran bayi
S : 1. Keluarga mengatakan mereka merasa bahagia, karena keadaan bayi mereka saat ini sudah membaik
2. Keluarga berencana akan pulang tanggal 23 Agustus pukul 11.00 WIB setelah dilakukan pemeriksaan dokter.
O : 1. Keluarga tampak bahagia
2. Keluarga dan bayi pulang tanggal 23 Agustus 2007 pukul 11.00 WIB
A : Masalah teratasi
P : 1. Mengajarkan pada keluarga mengenai perawatan bayi sehari-hari, ajarkan cara memandikan bayi, memakaikan pakaian dll.
2. Menganjurkan pada ibu agar tetap memberikan ASI dengan cara meletakkan bayi sambil tiduran untuk mengurangi agar anak jangan sering diangkat agar benjolan cepat sembuh.
3. Anjurkan pentingnya imunisasi pada bayi untuk mencegah penyakit infeksi
4. Anjurkan pada ibu untuk membawa anaknya ke posyandu secara rutin, untuk memantau tumbuh kembang anak.



DAFTAR PUSTAKA


Prawiraharjo, Sarwono 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka

Prawiraharjo, Sarwono .2002. Pelayanan Kesehatan Matemal dan Neonatal . Jakarta: Yayasan Bina Pustaka

Ikatan Bidan Indonesia (IBI). 2004. Asuhan Persalinan Normal. Jakarta



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar