Senin, 23 November 2009

RUPTUR PERINEUM

a. Pengertian
Ruptur adalah : robekan atau koyaknya jaringan secara paksa (Dorland, 1994)
Perineum adalah : bagian yang terletak antara vulva dan anus panjangnya rata-rata 4 cm (Wiknjosastro, 1999).
Persalinan normal : proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung 18 jam, tanpa komplikasi pada ibu maupun janin (Prawirohardjo, 2002).
b. Klasifikasi Ruptur Perineum
1) Ruptur Perineum Spontan
Yaitu luka pada perineum yang terjadi karena sebab-sebab tertentu tanpa dilakukan tindakan perobekan atau disengaja. Luka ini terjadi pada saat persalinan dan biasanya tidak teratur.
2) Ruptur perineum yang disengaja (Episiotomi)
Yaitu luka perineum yang terjadi karena dilakukan pengguntingan atau perobekan pada perineum: Episiotomi adalah torehan yang dibuat pada perineum untuk memperbesar saluran keluar vagina (Prawirohardjo, 2002).

Tingkat robekan perineum dapat dibagi atas 4 tingkatan :
1. Tingkat I
Robekan hanya terjadi pada selaput lendir vagina dengan atau mengenai kulit perineum sedikit.
2. Tingkat II
Robekan yang terjadi lebih dalam, yaitu selain mengenai selaput lendir vagina, juga mengenai musculus perinei tranversalis, tapi tidak mengenai sfingter ani.
3. Tingkat III
Robekan yang terjadi mengenai seluruh perineum sampai mengenai otot-otot sfingter ani.
4. Tingkat IV
Robekan mengenai perineum sampai otot sfingter ani dan mukosa rektum (Prawirohardjo, 2002).

2. Penyebab Terjadinya Ruptur Perineum
Persalinan seringkali menyebabkan perlukaan pada jalan lahir. Perlukaan pada jalan lahir tersebut terjadi pada : Dasar panggul/perineum, vulva dan vagina, servik uteri, uterus sedangkan ruptur pada perineum spontan disebabkan oleh : Perineum kaku, kepala janin terlalu cepat melewati dasar panggul, bayi besar, lebar perineum, paritas. (Suwito, 1999).
3. Berat Badan lahir
Berat badan lahir adalah berat badan bayi yang ditimbang 24 jam pertama kelahiran. Semakin besar bayi yang dilahirkan meningkatkan resiko terjadinya ruptur perineum pada normalnya berat badan bayi sekitar 2.500-3.800 gr. (dr. Rini Sekartini, Sp. A, 2007).
Bayi besar (giant baby) adalah bayi yang begitu lahir memiliki bobot lebih dari 3.900 gram. Padahal pada normalnya, berat bayi baru lahir adalah sekitar 2.500-3.800 gram (www.wikimu.com).
a. Janin Kelebihan Berat Badan
Janin kelebihan berat badan dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain:
 Ibu yang menderita kencing manis (Diabetes Melitus/DM)
 Ibu yang memiliki riwayat melahirkan bayi besar
 Faktor Genetik
 Pengaruh kecukupan gizi
 Bukan kehamilan pertama
(www.wikimu.com).

4. Paritas
Robekan perineum terjadi hampir semua persalinan pertama dan tidak jarang juga pada Persalinan berikutnya. Pada seorang primipara atau orang



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar