Senin, 23 November 2009

IBU PRIMIGRAVIDA

Menurut Nell (1999) Ibu primigravida adalah seorang wanita yang pertama kali hamil. Selanjutnya menurut Sastrowinoto (1983) bahwa kehamilan terjadi kalau ada pertemuan dan pertemuan antara sel telur (ovum) dan sel mani (spermatozoa). Arti hamil atau kehamilan adalah suatu keadaan dalam seseorang wanita mengandung sel telur dibuahi oleh sperma, sebagian tubuh ibu hamil tersebut mengadakan keseimbangan untuk menyesuaikan diri dengan adanya individu tersebut.
Kehamilan pertama merupakan pengalaman baru yang dapat menjadi faktor yang menimbulkan stres bagi suami istri. Beberapa stressor ada yang dapat diduga dam ada yang tidak dapat diduga atau tidak terantisipasi misalnya komplikasi persalinan. Persulitan menurut adaptasi fisika, psikologis dan sosial dari kedua pasangan (Endjun, 2002)
a. Tujuan Pemeriksaan dan Pengawasan Ibu Hamil
Tujuan umum adalah : menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan, dan nifas sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat
Tujuan Khusus adalah : mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan persalinan dan nifas (Saifuddin, 2001 hal : 88)¬.

b. Ketidaknyamanan yang umum pada kehamilan
Selama kunjungan antenal, ibu mungkin mengeluhkan bahwa ia mengalami ketidaknyamanan. Kebanyakan dari keluhan ini adalah ketidaknyamanan yang normal dan merupakan bagian dari perubahan yang terjadi pada tubuh ibu selama kehamilan. Seorang bidan, penting bagi kita membedakan antara ketidaknyamanan normal dengan tanda-tanda bahaya.
Walaupun ketidaknyamanan yang umum dalam kehamilan tidak "mengancam keselamatan jiwa" mereka dapat sangat menyulitkan bagi ibu. Bidan harus mendengarkan ibu, membicarakan berbagai macam keluhan, dan membantu mencari cara untuk mengatasinya sehingga ibu dapat menikmati kehamilannya (Buku 2 Asuhan Antenatal, 2003 : hal 71).
Beberapa macam ketidaknyamanan pada masa kehamilan antara lain:
a. Cloasma perubahan warna aerola
Umumnya terjadi pada kehamilan trimester ke dua, terjadi oleh karena peningkatan kadar estrogen dan mungkin progesterone. Cara meringankan/ mencegahnya yaitu hindari sinar matahari berlebihan selama masa kehamilan.
b. Edema
Umumnya terjadi pada trimester kedua dari ketiga, faktor penyebabnya oleh karena tekanan dari pembesaran uterus pada vena pelvik duduk atau pada cava inverior pada waktu berbaring. Cara meringankan/mencegah yaitu hindari pososi berdiri untuk waktu yang lama, berbaring dengan miring kekiri dan kekanan dengan kaki agak ditinggikan, angkat kaki ketika duduk atau istirahat, hindari kaos kaki yang ketat. Tanda bahaya jika edema timbul pada muka dan tangan, jika disertai dengan tanda-tanda anemia atau disertai dengan proteinuria.
c. Sering Buang Air Kecil
Umumnya terjadi pada trimester pertama dan ketiga, disebabkan oleh karena tekanan uterus pada kantong kemih, cara meringankan/mencegah yaitu beri penjelasan kepada ibu tentang faktor penyebabnya., kosongkan jika ada dorongan untuk kencing, perbanyak minum pada siang hari, kurangi minum kopi, teh, cola dan cafein. Tanda bahaya wanita hamil menghadapi resiko yang lebih besar untuk terjadinya infeksi saluran kemih. karena ginjal dan kantung kemih mengalami perubahan.

d. Gatal-gatal
Terjadi pada semua trimester, disebabkan karena hipersensitif terhadap antigen placenta, cara meringankan/mencegah yaitu kompres dingin. Tanda bahaya jika disertai dengan mual dan muntah, penyakit kuning dan kencing berwarna hitam.

e. Garis-garis di perut (Striae gravidarum)
Tampak jelas pada bulan keenam dan ketujuh, penyebab tidak jelas, bisa timbul akibat perubahan hormon atau gabungan antara perubahan hormon dengan peregangannya.

f. Ngidam makanan
Biasanya terjadi pada trimester pertama tapi bisa juga berlangsung sepanjang masa kehamilan, hal ini disebabkan oleh indra pengecap yang menjadi tumpul, jadi makanan yang lebih merangsang dicari-cari hal ini seharusnya tidak menimbulkan kekawatiran asalkan cukup bergizi. Tanda bahaya jika terdapat pertambahan berat badan yang tidak memadai atau kehilangan berat badan, dan terdapat tanda-tanda kurang gizi.

g. Hemorrhoid (wasir)
Umumnya terjadi pada trimester II dan III. Faktor penyebabnya konstipasi. Cara meringankan yaitu hindari konstipasi, makan makanan yang berserat.




h. Mual dan muntah
Umumnya terjadi antara minggu ke 5-12 atau bisa terjadi lebih awal 2-3 minggu setelah hari pertama haid terakhir. Penyebab yang pasti tidak diketahui, mungkin disebabkan oleh peningkatan kadar HCG/estrogen dan progesteron cara meringkankan/mencegah yaitu hindari bau atau faktor-faktor penyebabnya, makan biskuit kering, dan makan sedikit-sedikit tapi sering, hindari makanan yang berminyak dan bumbu merangsang, minum minuman berkarbonat, bangun dari tidur secara perlahan, dan hindari melakukan gerakan secara tiba-tiba dan hindari menggosok gigi setelah makan.
i. Kram pada kaki
Umumnya terjadi sebelum kehamilan usia 24 minggu, tidak jelas dasar penyebabnya, bisa jadi karena uterus yang meningkatkan pada syaraf keletihan, cara meringankan/mencegah yaitu gunakan penghangat untuk otot.
j. Keputihan
Biasanya terjadi pada trimester pertama, kedua dan ketiga, faktor penyebabnya yaitu peningkatan produksi lendir dan kelenjar indo servikal sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen, cara meringkankan/mencegah yaitu tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari, dan memakai pakaian dari katun, pengobatan dengan menggunakan bedak tubuh untuk mengeringkan tapi jangan terlalu banyak.



c. Perubahan Fisiologis pada wanita saat hamil
1) Perubahan pada alat kandungan

a) Uterus
Uterus akan membesar pada bulan-bulan pertama karena pengaruh estrogen dan progesteron yang kadarnya meningkat. Pembesaran ini pada dasarnya disebabkan oleh hipertrofi otot polos uterus, disamping itu serabut-serabut kolagen yang ada pun menjadi higroskopik akibat meningkatnya kadar estrogen sehingga uterus dapat mengikuti pertumbuhan janin. Bila ada kehamilan ektropik, uterus akan membesar pu1a, karena pengaruh hormon-hormon itu. Begitu. pu1a endometrium. menjadi desidua. Berat uterus normal lebih kurang 30 gram pada kehamilan 40 minggu berat uterus ini menjadi 1000 gram, dengan panjang lebih kurang 20 cm dan dinding lebih kurang 2,5 cm. Pada bulan-¬bulan pertama kehamilan bentuk uterus seperti buah alpokat agak gepeng. Pada kehamilan 4 bulan uterus berbentuk bulat. Selanjutnya pada akhir kehamilan kembali seperti bentuk semula lonjong seperti telur: Hubungan antara besarnya uterus dengan tua kehamilan sangat penting diketahui, antara lain untuk membuat diagnosis apakah wanita tersebut hamil fisiologis, atau hamil ganda, atau menderita penyakit seperti mola hidatidosa dan sebagainya.



b) Servik Uteri
Servik uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon estrogen. Jika korpus uteri mengandung lebih banyak jaringan otot maka serviks lebih banyak mengandung jaringan ikat. Hanya 10% jaringan otot. Jaringan ikat pada serviks ini banyak mengandung kolagen, akibat kadar estrogen meningkat, dan dengan adanya hipervaskularisasi maka konsistensi serviks menjadi lunak. Serviks yang terutama atas jaringan ikat dan hanya sedikit mengandung jaringan otot tidak mempunyai fungsi sebagai stingter. Pada partus, serviks membuka saja mengikuti tarikan-tarikan korpus uteri ke atas dan tekanan bagian bawah janin ke bawah. Sesudah partus dapat pula dinyatakan bahwa serviks itu berlipat-lipat dan tidak menutup seperti ditemukan pada sfingter. Kelenjar-kelenjar serviks akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak, keadaan ini sampai batas tertentu masih merupakan keadaan yang fisiologik.
c) Vagina dan Vulva
Vagina dan vulva akibat hormon estrogen mengalami perubahan pula. Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah, agak kebiru-biruan (Livide). Tanda ini disebut tanda Chadwick. Warna porsio pun tampak livide. Pembuluh-pembuluh darah alat genitalia Hal ini dapat dimengerti karena oksigenasi dan nutrisi pada alat-alat genitalia tersebut meningkat. Apabila terdapat kecelakaan pada kehamilan atau persalinan, maka perdarahan akan banyak sekali, sampai dapat mengakibatkan kematian.
d) Ovarium
Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus lutetun graviditatis sampai terbentuknya plasenta pada kira-kira 16 minggu. Korpus luteum graviditatis berdiameter kira-kira 3 cm. Kemudian ia mengecil setelah plasenta terbentuk. Seperti telah dikemukakan, korpus luteum ini mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron. Lambat laun fungsi ini diambil alih oleh plasenta, dalam dasawarsa terakhir ini ditemukan pada awal ovulasi hormon relaxin, suatu immunareactive inhibin dalam sirkulasi maternal. Diperkirakan korpus luteum adalah tempat sintesis dari relaxin pada awal kehamilan. Kadar relaxin disirkulasi maternal dapat ditentukan dan meningkat dalam trimester pertama. Relaxin mempunyai pengaruh rnenenangkan hingga pertumbuhan janin baik hingga aterm.

2) Perubahan pada payudara

a) Mammae
Mamma akan membesar dan tegang akibat hormon somatommatoropin, estrogen dan progesteron, akan tetapi belum mengeluarkan air susu ibu. Estrogen menimbulkan hipertrofi sistem saluran, sedangkan progesteron menambah sel-sel asinus pada mamma. Samatammatropin mempengaruhi pertumbuhan sel-sel sehingga terjadi pembuahan kasein, laktalbumin, dan laktoglobulin. Dengan demikian, mamma dipersiapkan untuk laktasi. Disamping ini, di bawah pengaruh pragesteron dan somatomammatropin, terbentuk lemak di sekitar kelompok¬-kelompok elveolus, sehingga mamma menjadi lebih besar.

3) Perubahan pada Sirkulasi Darah
Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi ke plasenta, uterus yang membesar dengan pembuluh-pembuluh darah yang membesar pula, mamma dan alat lain-lain yang memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan seperti telah dikemukan, volume darah ibu dalam kehamilan betambah secara fisiologik dengan adanya pencairan darah yang disebut hidremnia. Volume darah akan bertambah banyak kira-kira 25%, dengan puncak kehamilan 32 minggu diikuti dengan cardiac output yang meninggi sebanyak kira-kira 30%. Akibat hemodilusi tersebut, yang mulai jelas timbul pada kehamilan 16 minggu. Ibu yang mempunyai penyakit jantung dapat jatuh dalam keadaan dekompensasi kordis.

4) Perubahan pada sistem respirasi

Seorang wanita hamil pada kelanjutan kehamilannya tidak jarang mengeluh tentang rasa sesak dan pendek nafas. Hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu ke atas oleh karena usus-usus tertekan oleh uterus yang membesar ke arah diagfragma, sehingga kurang leluasa terbentuk. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat kira-kira 20%; seorang wanita hamil selalu bernafas lebih dalam; dan bagian bawah toraknya juga melebur ke sisi, yang sesudah partus kadang-kadang menetap jika tidak dirawat dengan baik.

5) Perubahan pada Traktus Digestivus
Pada bulan-bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek (nausea). Mungkin ini akibat kadar hormon estrogen yang meningkat. Tonus otot-otot traktus digestivus menurun, sehingga mortilitas seluruh traktur digestivus juga bekurang. Makanan lebih lama berada di dalam lambung dan apa yang telah dicernakan lebih lama berada dalam usus-usus, yang memang baik untuk resorpsi akan tetapi menimbulkan pula obstipasi yang memang merupakan salah satu keluhan utama wanita hamil. Tidak jarang dijumpai pada bulan-bulan pertama kehamilan gejala muntah (emesis) biasanya sering dan terlalu banyak dikeluarkan, disebut hiperemesis gravidarum, keadaan ini patologis.

6) Perubahan pada Traktus Unirarius
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang mulai membesar, sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Pada akhir kehamilan, bila kepala janin mulai turun ke bawah pintu atas panggul, keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan kembali. Dalam kehamilan ureter kanan dan kiri membesar karena pengaruh progesteron. Akan tetapi ureter kanan lebih membesar dari pada ureter kiri, karena mengalami lebih banyak tekanan dibandingkan dengan ureter kiri. Hal ini disebabkan oleh karena uterus lebih sering memutar ke arah kanan. Mungkin karena orang bergerak lebih sering memakai tangan kanannya, atau disebabkan oleh letak kolon dan sigmoid yang berada di belakang kiri uterus. Akibat tekanan pada ureter kanan tersebut, lebih sering dijumpai hidraureter destra dan pielitis dekstra.

7) Perubahan pada Kulit
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu. Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh Melanophore Stimulating Hormone (MSH) yang meningkat. MSH ini adalah salah satu hormon yang juga dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis. Kadang-kadang terdapat deposit pigmen patia dahi, pipi, dan hidung dikenal sebagai kloasina gravidarum. Di daerah leher sering terdapat hiperpigmentasi yang sama, juga di areola mamma. Linea alba pada kehamilan menjadi hitam, dikenal sebagai linea grisea. Tidak jarang dijumpai kulit perut seolah-olah retak-retak, warnya berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan, disebut striae livide, setelah partus, striae livide ini berubah warnanya menjadi putih dan disebut striae albikantes (Sarwono Prawirohardjo, 2002 : hal 89).



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar