Sabtu, 16 Oktober 2010

KTI KEBIDANAN :PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG IMUNISASI TT (TETANUS TOKSOID) DI PUSKESMAS xxx

SEBAGAI BAHAN REFERENSI KTI KEBIDANAN LENGKAP HUBHP.081 225 300 100
BAB I
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG
Angka Kematian Bayi (AKB) di Provinsi jawa timur tahun 2008 sebesar 9,17/1000. Dan Angka Kematian Balita (AKABA) di Provinsi jawa timur tahun 2008 10,12/1000 kelahiran hidup (Profil Kes Provinsi Jatim, 2008). Sedangkan AKB di Indonesia tergolong tinggi dibandingkan dengan Negara lain yaitu sekitar 9,8 persen dari 184 ribu kelahiran bayi di Indonesia (Tempo, 2004).
Berdasarkan jumlah AKB di atas maka pada tahun 2000 pemerintah mencanangkan Making Pregnancy Safer (MPS) untuk meningkatkan system kesehatan dalam menanggulangi kematian bayi menjadi 16 per 1000 kelahiran hidup tahun 2010 (Saifudin, 2002).
Angka kematian bayi disebabkan oleh berbagai faktor penyebab yang umum terjadi di antaranya adalah kasus perinatal dengan prevalensi mencapai 36%, kasus gangguan saluran napas (20%), saluran cerna (40%), diare (9%), tetanus (3%), dan kasus lainnya (17%). Padahal penyakit ini sebagian dapat dicegah dengan pemberian kekebalan atau imunisasi terhadap bayi dan anak (Depkes RI, 2006).
Dalam pelayanan ibu hamil (antenatal) baik pada K1 maupun K4, ibu hamil akan diberikan imunisasi TT sebagai upaya perlindungan ibu dan bayinya dari kemungkinan terjadi tetanus pada waktu persalinan. Oleh karena itu, pemberian imunisasi TT merupakan suatu keharusan pada setiap ibu hamil (Dinkes Jatim, 2005).
Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga suatu kelak ia terserang pada antigen yang serupa tidak terjadi penyakit (Ranuh, 2005). Sedangkan vaksinasi merupakan suatu tindakan yang dengan sengaja memberikan paparan dengan antigen yang berasal dari mikro organisme patogen (Depkes RI, 2005).
Jadi imunisasi TT merupakan proses untuk membangun kekebalan sebagai upayah pencegahan terhadap infeksi tetanus (Idanata, 2005).
Program imunisasi merupakan salah satu program penting di sektor kesehatan. Salah satu program imunisasi penting yang dianjurkan pemerintah adalah imunisasi TT (Tetanus Toksoid) yang merupakan proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus. Tetanus timbul jika ketika spora bakteri Clostridium Tetani masuk kedalam luka atau tali pusat (pada bayi baru lahir). Tetanus dapat dicegah dengan melakukan imunisasi Tetanus Toksoid (TT). Imunisasi TT diberikan kepada ibu hamil (Depkes RI, 2005)
Maka dari cakupan imunisasi TT di Propinsi jawa timur, pada tahun 2009 TT1 sebanyak 328274 jiwa (4,48%), TT2 sebanyak 267332 jiwa (3,65%) dari total 7332651 ibu hamil. Sedangkan cakupan imunisasi TT di Kota Semarang, pada tahun 2009 TT1 sebanyak 1721 jiwa (6,14%), TT2 sebanyak 1424 jiwa (5,08%) dari total 28007 ibu hamil (DKK Semarang, 2009).
Dan cakupan imunisasi TT pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas xxx, pada tahun 2009 TT1 97 jiwa (45,53%), TT2 sebanyak 83 jiwa (38,96%) dari total 213 ibu hamil (Puskesmas xxx, 2009).
Target sasaran cakupan imunisasi TT di wilayah Puskesmas xxx yaitu minimal 70%, namun kenyataan yang terjadi masih banyak yang tidak melakukan imunisasi TT. Salah satu faktor penyebabnya adalah terbatasnya pengetahuan mengenai imunisasi TT sehingga mengakibatkan terjadinya penyakit tetanus sebanyak 9 anak (3,19%) dari 219 balita (Puskesmas xxx, 2009).
Oleh karena itu upaya untuk membuat pelayanan imunisasi dapat berjalan optimal dan timbul rasa memiliki dari masyarakat terhadap pelayanan imunisasi TT pada ibu hamil maka perlu kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak misalnya: tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lintas sektoral (Depkes RI, 2005).
Pengetahuan tentang kesehatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pendidikan, paparan media, ekonomi, pengalaman, pekerjaan. Karena semakin bertambahnya pengetahuan masyarakat maka akan semakin tinggi keinginan untuk mengetahui kesehatan dalam dirinya dan juga akan menambah suatu tingkah laku atau kebiasaan yang sehat dalam diri masyarakat (Notoatmodjo, 2003).
Makin tinggi pendidikan seseorang makin muda orang tersebut untuk menerima informasi. Dengan pendidikan tinggi maka seseorang cendrung untuk mendapatkan informasi, baik dari orang lain maupun dari media masa. Semakin banyak informasi yang masuk semakin banyak pula pengetahuan yang didapatkan tentang kesehatan. Pengetahuan seseorang tentang sesuatu obyek juga mengandung dua aspek yaitu aspek positif dan negatif. Kedua aspek inilah yang akan menentukan sikap seseorang terhadap obyek tertentu. Semakin banyak aspek positif dari obyek yang diketahui, akan menumbuhkan sikap makin positif terhadap obyek tersebut (Notoatmodjo, 2003)
Oleh karena hal tersebut di atas dan di wilayah Puskesmas xxx Kota Semarang termasuk daerah dengan angka cakupan imunisasi TT yang kurang dari target sasaran yaitu minimal 70% dan juga belum ada yang melakukan penelitian di wilayah Puskesmas xxx maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Tentang Imunisasi TT (Tetanus Toksoid) di Puskesmas xxx Kota Semarang”.


B.PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian dalam latar belakang, dapat di rumuskan sebagai berikut: ”Bagaimana pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang imunisasi TT di Puskesmas xxx?”.

C.TUJUAN PENELITIAN
1.Tujuan Umum
Untuk mendapatkan gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang imunisasi TT di Puskesmas xxx.
2.Tujuan Khusus
a.Mendeskripsikan karakteristik ibu hamil yang meliputi umur, pendidikan, paritas ibu hamil di Puskesmas xxx.
b.Mendeskripsikan pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT di Puskesmas xxx.
c.Mendeskripsikan sikap ibu hamil tentang imunisasi TT di Puskesmas xxx.

D.MANFAAT PENELITIAN
1.Bagi masyarakat khususnya ibu hamil
Dapat memberikan informasi tentang imunisasi TT, sehingga masyarakat khususnya ibu hamil mendapatkan pelayanan imunisasi TT secara lengkap (2 X).

2.Bagi petugas kesehatan
Dapat memberikan masukan dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan hasil cakupan imunisasi TT pada ibu hamil untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi akibat Tetanus Neonatorum dan meningkatkan ketrampilan pengetahuan tentang imunisasi TT.
3.Bagi peneliti
Dengan dilaksanakannya penelitian ini penulis dapat mengaplik pengetahuan tentang ilmu penelitian yang didapatkan di bangku kulia, serta dapat menigkatkan ketrampilan dan wawasan terhadap penelitian.

E.KEASLIAN PENELITIAN
Penelitian yang hampir mirip dengan penelitian ini adalah penelitian dari Rosalina Wulandari tahun 2008 dengan judul “Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Imunusasi TT dengan Status Imunisasi TT Ibu Hamil di Kelurahan Rejomulyo Wilayah Puskesmas Karang Doro Semarang Timur”. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 20 responden. Hasil penelitian yang didapatkan adalah dari 20 responden memiliki pengetahuan baik 9 responden (45%), memiliki pengetahuan cukup 7 responden (35%), memiliki pengetahuan kurang 4 responden (20%).
Perbedaan dengan penelitian sebelumnya terletak pada metode, waktu, tempat dan subyek penelitian.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.TINJAUAN TORI
1. Pengetahuan
a.Pengertian Pengetahuan
Menurut Rachman (2003) yang dimaksud pengetahuan adalah hasil dari kegiatan mengetahui. Mengetahui artinya mempunyai bayangan dalam pikirannya tentang sesuatu. Pada dasarnya manusia mengetahui dengan 2 cara, sehingga dalam otaknya ada bayangan, mengetahui lewat indra dan mengetahui lewat akal.
Menurut Notoadmodjo (2003) pengetahuan merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap sesuatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indra manusia yaitu: indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.
b.Sumber-Sumber Pengetahuan
Untuk mendapatkan pengetahuan yang benar pada dasarnya terdapat 2 cara pokok yang dapat dilakukan oleh manusia.Pertama pengalaman, sumber pengetahuan selain dapat diperoleh melalui rasio dan pengalaman juga melalui instuisi dan wahyu. Instuisi adalah kegiatan berpikir untuk mendapatkan pengetahuan tanpa melalui proses penalaran tertentu. Contohnya seseorang yang sedang berpusat pikirannya pada suatu masalah dan tiba-tiba saja menemukan jawaban atas permasalahan tersebut. Wahyu merupakan pengetahuan yang disampaikan oleh Tuhan (Rachman, 2000).



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar