Kamis, 14 Oktober 2010

KTI KEBIDANAN (NEW) : TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET Fe DI PUSKESMAS

BERMINAT KTI KEBIDANAN BARU update: oktober 2010 INI LENGKAP BAB 1-5, Daftar Pustaka File Ms WORD HUB : YUNI Hp. 081 225 300 100
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masalah gizi di Indonesia yang belum teratasi, salah satunya adalah anemi. Anemi masih merupakan masalah pada wanita Indonesia sebagai akibat kekurangan zat besi. Anemi dalam kehamilan di Indonesia lebih banyak disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut atau tidak jarang keduanya saling berinteraksi (Depkes RI ), 2001).

Menurut WHO dalam survei kesehatan rumah tanggga tahun 2001, 40 % kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemi dalam kehamilan (SKRT, 2001). Menurut Sarwono (2002) di Indonesia angka kejadian anemi pada 2006 relatif tinggi yaitu 51 % pada ibu hamil dan ini beresiko pada ibu hamil yang kekurangan energi (KEK) sekitar 30 %. Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Xxx, rekap laporan anemi ibu hamil pada bulan Januari sampai dengan Oktober 2009 menunjukan bahwa daerah yang tertinggi mengalami anemi yaitu daerah Xxx. Dari 5918 ibu hamil di daerah tersebut 1172 diantaranya mengalami anemi atau 19,80 %, dan dari 87 ibu hamil 82 diantaranya mengalami anemi atau 94,25 % (Dinas Kesehatan Kota Xxx, 2009).
Anemia dalam kehamilan dapat memberikan pengaruh kurang baik dalam kehamilan, persalinan, dan nifas (Sarwono, 2001). Pengaruh anemi dalam kehamilan bagi ibu dapat mengakibatkan abortus, partus prematurus, distosia karena inersia uteri, perdarahan post partum karena atonia uteri (Sarwono, 2001). Sedangkan bagi hasil konsepsi akan mengakibatkan kematian perinatal, prematuritas, cacat bawaan, dan lain - lain (Sarwono, 2001).
Mengingat dampak anemia yang membahayakan tersebut maka perlu penanggulangan kekurangan zat besi pada ibu hamil dengan segera. Departemen Kesehatan Republik Indonesia menerapkan kebijakan teknis tentang pemberian zat besi yang dimulai dengan memberikan satu tablet tambah darah (tablet Fe) (Depkes RI, 2001). Setiap tablet Fe mengandung FeSO4 320 mg (zat besi 60 mg) dan asam folat 500 µg minimal masing – masing 90 tablet (Depkes RI, 2001).
Program ini didasarkan dengan harapan setiap ibu hamil secara teratur memeriksakan diri ke Puskesmas dan posyandu selama kehamilan. Tablet Fe dibagikan petugas kesehatan pada ibu hamil secara gratis. Namun demikian efek samping berupa gangguan perut pada pemberian zat besi peroral menurunkan kepatuhan pemakaian secara massal, yang ternyata ibu hamil rata – rata mengkonsumsi hanya 15 tablet selama kehamilannya (Depkes RI, 2002). Namun ibu perlu juga memahami bahwa akan lebih berbahaya jika ibu tidak mengkonsumsi tablet Fe daripada ibu mengalami mual dan muntah sebagai efek samping dari tablet Fe. Tingkat pengetahuan ibu juga akan mendukung ibu untuk lebih patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe, sehingga perlu dikaji mengenai tingkat pengetahuan untuk meningkatkan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe.
Kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dapat diukur dari ketepatan jumlah tablet yang dikonsumsi, ketepatan cara mengkonsumsi, frekuensi konsumsi per hari. Pemberian tablet Fe merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah dan menanggulangi anemia, khususnya anemia karena defisiensi besi. Namun dalam kenyataanya tidak semua ibu hamil yang mendapat tablet Fe meminumnya secara rutin, hal ini disebabkan karena faktor ketidaktahuan pentingnya mengkonsumsi tablet Fe selama kehamilannya (Herlina, 2007).
Penelitian ini akan dilakukan di Puskesmas Xxx dengan beberapa alasan. Pertama, menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Xxx pada tahun 2009 menunjukkan angka kejadian anemi yang cukup tinggi yaitu 94,25 %. Kedua, dari studi pendahuluan yang dilakukan pada 10 orang ibu hamil, 7 diantaranya tidak begitu memahami tentang tablet Fe, hal itu dibuktikan bahwa ibu hamil tersebut masih belum menyadari pentingnya mengkonsumsi tablet Fe dan bagaimana cara mengkonsumsi tablet Fe yang benar.
Tingkat pengetahuan dan motivasi ibu hamil mengenai tablet tambah darah akan menunjang dan memotivasi ibu untuk secara teratur meminum tablet tambah darah yang diberikan oleh bidan. Karena dari pengalaman dan penelitian ternyata perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada yang tidak didasari oleh pengetahuan (Notoatmodjo, 2003). Berdasarkan hal tersebut diatas, maka penulis mengambil judul tentang ”Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe di Puskesmas Xxx Xxx”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah ”Bagaimana tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Xxx?”

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Xxx, Xxx.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui karakteristik ibu hamil berdasarkan tingkat pendidikan, pendapatan, dan gravida.
b. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe.
c. Untuk mengetahui kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe.


D. Manfaat
1. Bagi Puskesmas
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bukti (evidance based) tentang pengetahuan ibu hamil tentang kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe yang kemudian akan digunakan sebagai dasar dalam memberikan pendidikan kesehatan mengenai tablet Fe pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Xxx, Xxx
2. Bagi ibu hamil
Dengan adanya penelitian ini diharapkan ibu hamil lebih memahami tentang tablet Fe dan memahami resiko yang akan terjadi pada ibu hamil dan janinnya jika tidak mengkonsumsi tablet Fe, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe dan pada akhirnya penurunan angka kejadian anemi karena defisiensi besi pada ibu hamil dapat dicapai.
3. Bagi peneliti
Setelah melakukan penelitian ini diharapkan adanya peningkatan ketrampilan dan pengetahuan peniliti dalam melakukan penelitian dan mendapat informasi tentang tingkat pengetahuan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe.
4. Bagi akademik
Setelah melakukan penelitian ini diharapkan hasilnya dapat memberikan informasi serta sebagai bahan pustaka yang kemudian dapat digunakan dalam perkembangan ilmu pengetahuan khususnya kebidanan.

F. Keasilan Penelitian
Penelitian ini berjudul ”Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe.” Metode yang akan digunakan yaitu survey yang akan dilakukan pada bulan Maret 2010. Dengan ini saya menyatakan dengan sebenarnya bahwa penelitian yang saya tulis ini benar – benar merupakan hasil karya tulis sendiri bukan merupakan pengambil alihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pikiran saya sendiri.
Namun terdapat penelitian sejenis yang pernah dilakukan oleh Risma Nuzulia mahasiswa Akademi Kebidanan Depkes Xxx dengan judul ”Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tablet Fe di Puskesmas Pagiyaten, Adiwerna Kabupaten Tegal.” Metode penelitian yang digunakan yaitu survey dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan dilakukan pada tahun 2007. Walaupun terdapat kemiripan dalam penelitian ini namun isi yang dipaparkan di dalamnya sangat berbeda.



BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Pengetahuan ibu hamil tentang kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe
1. Definisi
Pengetahuan merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu (Notoatmodjo, 2003). Pengindraan tersebut terjadi melalui proses indera manusia, yaitu indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui indera penglihatan dan pendengaran. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2003).
Menurut Poerwadaminta (2003) kepatuhan berarti pula sifat patuh, ketaatan kepada perintah atau aturan. Sehingga yang disebut pengetahuan ibu hamil tentang kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe adalah hasil dari pengindraan yang dilakukan oleh ibu hamil terhadap suatu ketaatan kepada suatu aturan yang dalam hal ini aturan untuk mengkonsumsi tablet Fe (Notoatmodjo, 2003; Poerwadaminta, 2003)..............................................lebih lengkap hub : hp. 081 225 300 100



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar