Rabu, 01 Desember 2010

KTI KEBIDANAN : STUDI DESKRIPTIF PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN

BUTUH KTI LENGKAP BAB 1-5 MURAH HUB : 081 225 300 100
BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin.lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir.kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan.

Pada umumya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah. (Saifuddin, 2006)
Tanda bahaya kehamilan adalah tanda-tanda yang mengindikasikan adanya bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan atau periode antenatal apabila tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu. Macam-macam tanda bahaya kehamilan adalah perdarahan pervaginam, sakit kepala yang hebat, masalah penglihatan, bengkak pada muka atau tangan, nyeri abdomen yang hebat, dan bayi kurang bergerak seperti biasa. (Masdanang, 2008).
Tingginya angka kematian itu masih menjadi permasalahan utama terutama di Negara berkembang, seperti kita di Indonesia. Diperkirakan sekitar 500.000 ibu meninggal diseluruh dunia akibat proses reproduksi setiap tahun sedang di Indonesia 30% ibu per 100.000 (sensus kesehatan, 2003). Di kota Semarang kematian ibu pada tahun 2003 sebesar 121 per 100.000, 26% diantaranya kematian ibu hamil. Sebagian besar kematian tersebut disebabkan karena hamil dan bersalin termasuk perdarahan, infeksi dan aborsi yang tidak aman serta tekanan darah tinggi. Sebagian besar dari komplikasi-komplikasi tersebut sebenarnya dapat dicegah. Kematian ibu tersebut karena rendahnya pengetahuan dan kurangnya informasi mengenai kehamilan terlambat (Depkes RI, 2001).
Menurut menteri kesehatan, sampai tahun 2007 Angka Kematian Ibu (AKI) berhasil diturunkan, pada tahun 2004 dari 207 per 100.000 kelahiran hidup tahun 2005 menjadi 262, tahun 2006 sebesar 255 dan tahun 2007 sebesar 248 (Fadilah, 2008). Sedangkan AKI Provinsi Jawa Tengah tahun 2005 sebesar 252 per 100.000 kelahiran hidup. Urutan penyebab kematian ibu dari yang terbanyak adalah perdarahan, eklamsi, perdarahan sebelum persalinan dan infeksi, kejadian ibu maternal paling banyak adalah waktu bersalin sebesar 49,90%, kemudian disusul waktu nifas sebesar 30,02% dan pada waktu hamil 20,08% (Dinkes Provinsi Jawa Tengah, 2005).
AKI di kota Semarang tahun 2006 sebanyak 15 orang (0,61%) dari 24498 kelahiran hidup, tahun 2007 sebanyak 20 orang (0,81%) dari 24936 kelahiran hidup, tahun 2008 sebanyak 27 orang (0,107%) dari 25160 kelahiran hidup (DKK Kota Semarang, 2008).
Secara garis besar penyebab kematian ibu disebabkan oleh “4T” (terlalun muda, terlalu tua, terlalu sering dan terlalu banyak) dan “3T” (Terlambat mengambil keputusan, terlambat untuk dikirim ketempat pelayanan kesehatan dan terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan) (Subargus. A, 2008).
Kebijakan departemen kesehatan dalam upaya mempercepat penurunan AKI pada dasarnya mengacu kepada intervensi strategis “Empat pilar safe motherhood” yaitu:
1.Keluarga berencana, yang memastikan bahwa setiap pasangan akses ke informasi dan pelayanan KB agar dapat merencanakan waktu yang tepat untuk kehamilan, jarak kehamilan dan anak.
2.Pelayanan antenatal, untuk mencegah adanya komplikasi obstetri bila mungkin dan memastiakn bahwa komplikasi dideteksi sedini mungkin serta ditangani secara memadai.
3.Persalinan yang aman, memastikan bahwa semua penolong persalinan mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan alat untuk memberikan pertolongan yang aman dan bersih serta memberikan pelayanan nifas kepada ibu dan bayi.
4.Pelayanan obstetri esensial, memastikan bahwa pelayanan obstetri untuk resiko tinggi dan komplikasi tersedia bagi ibu hamil yang membutuhkannya (Saifuddin, AB, 2006).
Pengetahuan tentang keadaan sehat dan sakit adalah pengalaman seseorang tentang keadaan sehat dan sakitnya seseorang tersebut bertindak untuk mengatasi masalah sakitnya dan bertindak untuk mempertahankan kesehatannya atau bahkan meningkatkan status kesehatannya. Rasa sakit akan menyebabkan seseorang bertindak pasif atau aktif dengan tahapan-tahapannya (Irmayanti M, 2007).
Informasi tentang kesehatan mempengaruhi seseorang dalam hal upaya deteksi dini komplikasi kehamilan, upaya deteksi dini seseorang yang rendah disebabkan karena tidak atau kurangnya memperoleh informasi yang kuat. Akibat yang dapat terjadi bila ibu tidak dapat mengenali tanda bahaya kehamilan secara dini dan upaya deteksi dini yang dilakukan ibu kurang, maka akan terjadi komplikasi yang lebih lanjut yang akan mengakibatkan kematian ibu dan bayi (Masdanang, 2008).
Selama pemeriksaan antenatal ibu mungkin akan memberitahukan jika ia mengalami tanda bahaya kehamilan atau dapat terdeteksi oleh bidan.Bidan harus waspada terhadap tanda-tanda bahaya dalam kehamilan,tanda-tanda bahaya ini,jika tidak dilaporkan atau terdeteksi, dapat mengakibatkan kematian ibu pada setiap kunjungan antenatal.Bidan harus mengajarkan kepada ibu bagaimana mengenali tanda-tanda bahaya kehamilan dan menganjurkan untuk datang ke klinik dengan segera jika ia mengalami tanda-tanda bahaya tersebut. Jika bidan menemukan suatu tanda bahaya kehamilan, maka tindkan selanjutnya adalah melaksanakan semua kemungkinan untuk membuat suatu diagnosis dan membuat rencana penatalaksanaan yang sesuai (Kusmiyati, Y, dkk, 2009).
Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Tlogosari Kulon pada bulan September_Oktober 2009 didapatkan data yang berkunjung dipuskesmas sebanyak 104 ibu hamil.yaitu pada bulan September 2009 sebanyak 56 ibu hamil, dan bulan Oktober 2009 sebanyak 48 ibu hamil. Dari kunjungan ibu hamil selama dua bulan tersebut didapatkan 6 orang mengalami perdarahan, 5 orang mengalami eklamsia, dan 44 orang mengalami resiko tinggi lainnya. (Umur <20 tahun, umur >35 tahun, paritas >4, jarak hamil <2 tahun, BB <38 kg, Tinggi Badan >145 cm). Pada tanggal 28 Januari saya melakukan wawancara terhadap 10 ibu hamil, didapatkan 6 orang (60%) dari ibu hamil mengatakan tidak tahu tentang tanda bahaya kehamilan, dan 4 orang(40% ) ibu hamil mengatakan tahu tentang tanda bahaya kehamilan dengan membaca buku KIA dan sikap ibu tentang tanda bahaya kehamilan ibu mengatakan akan segera membawa ke tenaga kesehatan terdekat apabila ibu mengalami tanda bahaya kehamilan.
Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk mengambil judul” Studi deskriptif pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dipuskesmas xxx”.

B.Perumusan Masalah
Tanda bahaya kehamilan merupakan tanda-tanda yang mengindikasi adanya bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan / periode antenatal apabila tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu. Tingginya angka kematian ibu masih menjadi permasalahan utama terutama di Negara Indonesia, sebagian besar kematian tersebut disebabkan karena hamil dan bersalin termasuk perdarahan, infeksi dan absorsi yang tidak aman serta tekanan darah tinggi. Secara garis besar penyebab kematian ibu tersebut disebabkan oleh “4T” (terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering dan terlalu banyak) dan “3T” (terlambat mengambil keputusan, terlambat untuk dikirim ke tempat pelayanan kesehatan dan terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan). Sebagian besar dari komplikasi tersebut sebenarnya dapat dicegah, kematian ibu tersebut disebabkan karena rendahnya pengetahuan dan kurangnya informasi mengenai kehamilan terlambat.
Berdasarkan permasalahan yang diuraikan diatas, perumusan masalah adalah “Bagaimanakah pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai tanda bahaya dalam kehamilan dipuskesmas xxx?”

C.Tujuan Penelitian
1.Tujuan umum
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan.
2.Tujuan khusus
a.Untuk mengidentifikasi karakteristik responden berdasarkan umur, paritas dan pendidikan.
b.Untuk mengidentifikasi pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan.
c.Untuk mengidentifikasi sikap ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan.

D.Manfaat Penelitian
1.Bagi Profesi
Diharapkan penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan kebidanan, serta dapat menumbuhkan motivasi bidan untuk berperan aktif dalam memberikan informasi mengenai tanda-tanda bahaya dalam kehamilan.
2.Bagi Ibu Hamil
Dengan adanya penelitian ini diharapkan ibu hamil mempunyai pengetahuan yang baik mengenai bahaya dalam kehamilannya. Sehingga kemungkinan terjadinya resiko dan komplikasi dalam kehamilan dapat segera dihindari dan deteksi secara dini.
3.Bagi Peneliti
Dengan melakukan penelitian ini diharapkan dapat menambah pengalaman penulis dalam melakukan penelitian dan dapat menerapkan ilmu yang telah penulis dapatkan selama kuliah.
4.Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai referensi diperpustakaan yang dapat digunakan peneliti lain yang mempunyai penelitian dibidang Asuhan Kebidanan pada ibu hamil.
E.
E.Keaslian Penelitian.

No
Nama peneliti
Tahun
Judul
Metode
Hasil
1.
Tri Wahyuni
2007
Studi deskriptif Tingkat Pengtahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan
Jenis penelitian dekriptif yang diteliti, umur, pendididkan, paritas, pekerjaan. Populasi ibu hamil,
teknik pengambilan sampel menggunaan teknik Acendetal Sampling
Menunjukkan nilai x >0,561, sedangkan hasil x didapatkan sebesar 0,937. Maka kuesioner digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel. Item pertanyaan yang tidak valid dan tidak reliabel adalah no. 3 dan 12.

Perbedaan penelitian terdahulu dengan peneliti yang ini adalah peneliti terdahulu mengkaji tingkat pengetahuan sedangkan peneliti sekarang menggunakan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling jenis simple random sampling.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.Pengetahuan
Pengetahuan adalah hasil dari kegiatan mengetahui (Rochman, dkk, 2003). Mengetahui artinya mempunyai bayangan dan pikirannya tentang sesuatu. Pada dasarnya manusia mengetahui dengan 2 cara sehingga dalam otaknya ada bayangan, mengetahui lewat indra dan lewat akal.
Pengetahuan adalah merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata telinga.
1.Sumber Pengetahuan
Untuk mendapatkan pengetahuan yang besar pada dasarnya terdapat dua cara pokok yang dapat dilakukan oleh manusia. Pertama adalah dasar diri pada resiko dan kedua berdasarkan diri pada pengalaman. Sumber pengetahuan selain dapat diperoleh melalui rasio dan pengalaman juga melalui institusi dan wahyu. Institusi adalah kegiatan berpikir untuk mendapatkan pengetahuan tanpa melalui proses penalaran (Rochman, dkk, 2003).
2.Tingkat Pengetahuan
Menurut Notoatmodjo (2003), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan :

a.Tahu (know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah meningat kembali (recall) sesuatu yang sensitif dan seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima dengan cara menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan dan sebagainya.
b.Memahami (comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar dengan cara menyimpulkan, meramalkan dan sebagainya.
c.Aplikasi
Diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi-materi yang telah dipelajari. Aplikasi dapat diartikan penggunaan hukum, rumus, metode, partsip dan sebagainya.
d.Analisis
Suatu kemampuan untuk menjabarkan materi suatu obyek ke dalam komponen-komponen tetapi masih di dalam suatu struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain, dapat diajukan dengan menggambar, membedakan, mengelompokkan dan sebagainya.
e.Sintesis
Adalah menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Ditunjukkan dengan dapat menyusun formulasi baru dan formulasi yang lama.
f.Evaluasi
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penelitian terhadap suatu materi penelitian itu didasarkan pada suatu criteria yang ditentukan sendiri/menggunakan kriteria-kriteria yang sudah ada dapat ditunjukkan dengan membandingkan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar