Rabu, 12 Januari 2011

KTI KEBIDANAN : EFEKTIFITAS PENYULUHAN PERAWATAN PAYUDARA TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN IBU POST PARTUM PRIMIPARA DALAM ...

BUTUH REFERENSI KTI LENGKAP BAB 1-5 + KUESIONER HUB : 081 225 300 100
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Periode post partum adalah waktu penyembuhan dan perubahan, waktu kembali pada keadaan tidak hamil dan penyesuaian terhadap penambahan keluarga baru. Disini ibu sangat memerlukan perhatian dan perawatan yang intensif sehingga terjadi adaptasi yang positif terhadap tiap keadaan dan hal baru yang terjadi (Hamilton, 1995:281).
Perawat/bidan mempunyai kesempatan untuk memberikan penyuluhan kesehatan pada ibu-ibu post partum yang merupakan bagian dari setiap fungsi pemberian asuhan. Dalam memberi penyuluhan, bidan harus mencari saat yang tepat sehingga apa yang disampaikan dapat diterima dengan baik, karena ibu-ibu post partum selain memerlukan dukungan/support mental juga membutuhkan penyembuhan dari persalinan sehingga perawat/bidan juga harus membantu kemajuan ibu dari ketergantungan peran sakit menjadi sehat (Hamilton, 1995:294).
Dalam masa post partum salah satu hal yang harus diperhatikan adalah proses laktasi. Perawatan payudara dalam proses ini mempunyai peran yang sangat penting, sehingga perawatan payudara pada masa post partum sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan perawatan payudara banyak manfaatnya diantaranya untuk memelihara kebersihan payudara, melenturkan dan menguatkan puting susu, mengeluarkan puting susu yang masuk kedalam atau datar dan melancarkan produksi ASI (Dep Kes RI, 1992:29).
Pada kenyataannya ibu post partum terutama primipara jarang sekali melakukan perawatan payudara. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan rendahnya sikap serta keterampilan ibu post partum dalam melakukan perawatan payudara. Dalam mendorong dan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu post partum perlu dilakukan upaya dengan memberikan nasehat atau konseling dan penyuluhan perawatan payudara secara langsung kepada klien. Jika wanita yang datang adalah seorang ibu multipara yang sebelumnya telah berhasil menyusui anaknya serta berasal dari lingkungan masyarakat yang memiliki kebiasaan menyusui dan sudah lingkungan masyarakat yang memiliki kebiasaan menyusui dan sudah berniat untuk menyusui bayinya yang akan lahir, maka petugas kesehatan tidak akan menemui kesukaran dalam melakukan kegiatan peningkatan dan penyuluhan tentang menyusui. Sebaliknya jika yang datang adalah wanita primipara dan berasal dari lingkungan masyarakat yang mempunyai kebiasaan memberi susu botol ke bayi, maka hendaknya petugas kesehatan jangan mengabaikan kesukaran-kesukaran yang akan dihadapi sewaktu melakukan bimbingan dan dukungan sekalipun wanita tersebut telah menyatakan keinginannya untuk menyusui (WHO/UNICEF, 1994:14).
Menurut survey pendahuluan yang telah dilakukan, ibu post partum primipara hampir seluruhnya tidak bisa melakukan perawatan payudara secara sempurna, ibu-ibu post partum tersebut hanya mengetahui apabila akan menyusui payudaranya dibersihkan dengan air matang, serta mengurut payudaranya pada waktu mandi. Selain itu, ibu juga mengatakan malas jika harus merawat payudaranya setiap hari. Padahal kunci keberhasilan menyusui salah satunya adalah dengan melakukan perawatan payudara dan puting susu karena dengan perawatan payudara akan mamperlancar produksi ASI.
Dalam upaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu post partum primipara tentang perawatan payudara dapat dilakukan promosi kesehatan yang merupakan upaya meningkatkan status kesehatan individu dan komunitas karena proses tersebut membuat orang mampu meningkatkan kontrol dan memperbaiki kesehatannya, adanya perasaan tersebut diharapkan masyarakat, kelompok dan individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang baik. Salah satu upaya dalam promosi kesehatan yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan penyuluhan secara langsung tentang perawatan payudara.
Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk meneliti “Efektivitas penyuluhan perawatan payudara terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu post partum primipara dalam melakukan perawatan payudara”

1.2 Identifikasi Faktor Penyebab Masalah
Perawatan payudara pada masa post partum sangat penting diantaranya untuk memelihara kebersihan payudara, melenturkan dan menguatkan puting susu, pengeluaran puting susu yang masuk/datar dan melancarkan produksi ASI. Namun banyak ibu post partum terutama primipara yang jarang melakukan perawatan diantaranya karena kurangnya pengetahuan, rendahnya minat dan keterampilan tentang perawatan payudara. Menurut teori Bloom pengetahuan ada 6 tingkatan, pada penelitian ini peneliti hanya meneliti tingkat 3 yaitu tahu (Know) memahami (Comprehension), aplikasi (Application). Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu post partum, primipara tersebut perlu diadakan promosi kesehatan salah satunya dengan cara penyuluhan tentang perawatan payudara. Namun demikian, ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam melakukan penyuluhan antara lain: 1) Faktor penyuluh yaitu kurang persiapan, kurang menguasai materi, penampilan, bahasa, suara, dan penyampaian materi penyuluhan; 2) Faktor sasaran yaitu tingkat pendidikan, tingkat sosial ekonomi, kepercayaan dan adat istiadat, serta kondisi lingkungan; 3) Faktor proses dalam penyuluhan yaitu waktu penyuluhan, tempat penyuluhan, jumlah sasaran, alat peraga, serta metode penyuluhan.

1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah penelitian tersebut yaitu “Apakah penyuluhan perawatan payudara efektif untuk peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu post partum primipara dalam melakukan perawatan payudara ?”.

1.4 Tujuan Penelitian
1.4.1 Tujuan umum
Mengetahui efektifitas penyuluhan perawatan payudara terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu post partum primipara dalam melakukan perawatan payudara.
1.4.2 Tujuan khusus
1. Mengidentifikasi pengetahuan ibu post partum primipara tentang perawatan payudara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang perawatan payudara
2. Mengidentifikasi sikap ibu post partum primipara tentang perawatan payudara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang perawatan payudara
3. Mengidentifikasi keterampilan ibu post partum primipara tentang perawatan payudara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang perawatan payudara
4. Menganalisis pengaruh penyuluhan tentang perawatan payudara terhadap pengetahuan ibu post partum primipara dalam melakukan perawatan payudara.
5. Menganalisis pengaruh penyuluhan tentang perawatan payudara terhadap sikap ibu post partum primipara dalam melakukan perawatan payudara.
6. Menganalisis pengaruh penyuluhan tentang perawatan payudara terhadap keterampilan ibu post partum primipara dalam melakukan perawatan payudara.

1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Manfaat teoritis
Dapat dijadikan alternatif dalam promosi kesehatan tentang perawatan payudara pada masa post partum sehingga ibu post partum primipara mampu melakukan perawatan payudara pada masa laktasi.

1.5.2 Manfaat praktis
1. Bagi masyarakat
Dapat memberikan informasi tentang perawatan payudara pada masa post partum.
2. Bagi peneliti
Dengan diadakan penelitian secara tepat maka dapat diketahui hasil yang relevan sehingga dapat dijadikan masukan untuk pengembangan penelitian selanjutnya di bidang promosi kesehatan.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Penyuluhan Kesehatan
2.1.1 Pengertian
Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan (Effendy, 1998:232). Sedangkan menurut Notoatmodjo (2003) penyuluhan kesehatan adalah usaha atau kegiatan untuk membantu individu, kelompok atau masyarakat dalam meningkatkan kemampuan /perilaku mereka, untuk mencapai kesehatan secara optimal.
2.1.2 Tujuan penyuluhan kesehatan
Tujuan pokok penyuluhan kesehatan meliputi: 1) Tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat, serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal; 2) Terbentuknya perilaku sehat pada individu keluarga, kelompok dan masyarakat yang sesuai dengan konsep hidup sehat baik fisik, mental dan sosial sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian; 3) Menurut WHO tujuan penyuluhan kesehatan adalah untuk merubah perilaku seseorang dan atau masyarakat dalam bidang kesehatan (Effendy, 1998:234).



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar